Misteri Peninggalan Kerajaan Padjajaran: Jejak Sejarah Sunda yang Masih Bertahan

2 menit membaca
Nandang Permana
Ragam - 04 Okt 2025

Indoragamnews.com, BOGOR-Kerajaan Padjajaran, sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berjaya di Jawa Barat, meninggalkan banyak peninggalan sejarah yang masih bertahan hingga saat ini. Peninggalan-peninggalan ini tidak hanya berupa bangunan fisik, tetapi juga tradisi budaya dan nilai-nilai luhur yang masih dianut oleh masyarakat Sunda.

Kerajaan Padjajaran didirikan pada tahun 932 Masehi oleh Sri Jayabhupati. Namun, nama Padjajaran baru digunakan setelah Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) menyatikan Kerajaan Sunda dan Galuh pada tahun 1948 Masehi.

Peninggalan Fisik Kerajaan Padjajaran

Beberapa peninggalan fisik Kerajaan Padjajaran yang masih bertahan antara lain:

Prasasti Batutulis

Prasasti ini terletak di Desa Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Prasasti ini berisi pujian kepada Sri Baduga Maharaja dan merupakan salah satu bukti sejarah keberadaan Padjajaran.

Prasasti Pasir Datar

Prasasti ini ditemukan di perkebunan kopi daerah Pasir Datar, Desa Cisande, Kabupaten Sukabumi. Prasasti ini berisi informasi tentang sejarah dan pemerintahan Kerajaan Padjajaran.

Situs Karangkamulyan

Situs ini terletak di Desa Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis. Situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Padjajaran yang bercorak Hindu-Buddha dan memiliki beberapa objek menarik, seperti Pangcalikan, Sipatahunan, dan Makam Sri Bhagawat Pohaci.

Candi Cangkuang

Candi ini terletak di Garut, Jawa Barat. Candi Hindu yang diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi ini menunjukkan perpaduan unsur Hindu dan budaya lokal Sunda.

Peninggalan Budaya Kerajaan Padjajaran

Selain peninggalan fisik, Kerajaan Padjajaran juga meninggalkan peninggalan budaya yang masih hidup hingga saat ini, seperti:

Tradisi Lisan

Kisah Prabu Siliwangi hidup dalam cerita rakyat, kesenian wayang golek, dan sastra Sunda.

Filosofi Hidup Sunda

“Silih asah, silih asih, silih asuh” merupakan filosofi hidup Sunda yang masih dijunjung tinggi hingga saat ini.

Seni Sastra dan Bahasa

Karya-karya sastra Sunda Kuno, seperti Sanghyang Siksa Kandang Karesian, masih dipelajari dan dihargai hingga saat ini.

Dengan demikian, peninggalan Kerajaan Padjajaran tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Sunda yang masih hidup hingga saat ini.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

5 days ago
5 days ago
7 days ago
1 week ago
1 week ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!