Candi Cangkuang di Garut salah satu peninggalan Kerajaan Padjajaran/Foto: Wikipedia
Indoragamnews.com, BOGOR-Kerajaan Padjajaran, sebuah kerajaan Hindu-Buddha yang pernah berjaya di Jawa Barat, meninggalkan banyak peninggalan sejarah yang masih bertahan hingga saat ini. Peninggalan-peninggalan ini tidak hanya berupa bangunan fisik, tetapi juga tradisi budaya dan nilai-nilai luhur yang masih dianut oleh masyarakat Sunda.

Kerajaan Padjajaran didirikan pada tahun 932 Masehi oleh Sri Jayabhupati. Namun, nama Padjajaran baru digunakan setelah Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) menyatikan Kerajaan Sunda dan Galuh pada tahun 1948 Masehi.
Peninggalan Fisik Kerajaan Padjajaran
Beberapa peninggalan fisik Kerajaan Padjajaran yang masih bertahan antara lain:

Prasasti Batutulis
Prasasti ini terletak di Desa Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Prasasti ini berisi pujian kepada Sri Baduga Maharaja dan merupakan salah satu bukti sejarah keberadaan Padjajaran.
Prasasti Pasir Datar
Prasasti ini ditemukan di perkebunan kopi daerah Pasir Datar, Desa Cisande, Kabupaten Sukabumi. Prasasti ini berisi informasi tentang sejarah dan pemerintahan Kerajaan Padjajaran.
Situs Karangkamulyan
Situs ini terletak di Desa Karangkamulyan, Kabupaten Ciamis. Situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Padjajaran yang bercorak Hindu-Buddha dan memiliki beberapa objek menarik, seperti Pangcalikan, Sipatahunan, dan Makam Sri Bhagawat Pohaci.
Candi Cangkuang
Candi ini terletak di Garut, Jawa Barat. Candi Hindu yang diperkirakan dibangun pada abad ke-9 Masehi ini menunjukkan perpaduan unsur Hindu dan budaya lokal Sunda.
Peninggalan Budaya Kerajaan Padjajaran
Selain peninggalan fisik, Kerajaan Padjajaran juga meninggalkan peninggalan budaya yang masih hidup hingga saat ini, seperti:
Tradisi Lisan
Kisah Prabu Siliwangi hidup dalam cerita rakyat, kesenian wayang golek, dan sastra Sunda.
Filosofi Hidup Sunda
“Silih asah, silih asih, silih asuh” merupakan filosofi hidup Sunda yang masih dijunjung tinggi hingga saat ini.
Seni Sastra dan Bahasa
Karya-karya sastra Sunda Kuno, seperti Sanghyang Siksa Kandang Karesian, masih dipelajari dan dihargai hingga saat ini.
Dengan demikian, peninggalan Kerajaan Padjajaran tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Sunda yang masih hidup hingga saat ini.







Tidak ada komentar