PMI Batang naikkan bantuan RTLH jadi Rp17,5 juta per rumah. Proses lebih simpel dari dinas, warga cukup usul lewat desa dan kecamatan. Sudah 9 rumah terealisasi di 2026/Foto: Media Center BatangIndoragamnewscom-Palang Merah Indonesia Kabupaten Batang terus memperluas cakupan program Rumah Tidak Layak Huni di wilayahnya. Tidak hanya memberikan bantuan, PMI Batang juga berkomitmen memangkas birokrasi agar bantuan langsung menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan.

Wakil Ketua PMI Cabang Kabupaten Batang Putut Husamadiman mengungkapkan program RTLH terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Di tahun 2025 ini nominalnya RTLH per orang itu Rp15 juta. Kemarin hasil Musyawarah Kerja PMI, ranting PMI empat kecamatan mengusulkan supaya ditambah. Akhirnya ditambah sekarang jadi Rp17.500.000,00 per rumah, dua kecamatan,” katanya di Markas PMI Batang, Rabu (10/6/2026).
Secara kuota dasar, PMI Batang mengalokasikan 30 titik setiap tahunnya, tersebar di 15 kecamatan. Pada 2025, realisasi mencapai 32 titik. Hingga Mei 2026, sudah sembilan rumah yang terealisasi.

“Dalam waktu dekat, tepatnya pada Jumat 12 Juni, PMI dijadwalkan akan menyerahkan bantuan RTLH untuk dua titik lagi di Kecamatan Bawang,” jelasnya.
Putut menyebut syarat dan alur pengajuan bantuan sangat ramah dan tidak berbelit-belit. Warga bisa membuat usulan ke desa, lalu desa ke kecamatan, dan kecamatan akan mengusulkan dengan diketahui PMI kecamatan dan camat. PMI kemudian akan menyurvei lokasi.
Ia tidak menampik pemerintah melalui DPRKP memiliki anggaran lebih besar untuk program serupa. “Kalau di PMI, RTLH ini ya lebih simpel, tapi betul-betul memang kita survei betul-betul yang membutuhkan. Selain program rutin RTLH, PMI Batang menegaskan bahwa penanganan rumah roboh atau rusak akibat bencana seperti kebakaran memiliki jalur yang berbeda. Bantuan kebencanaan tidak memotong kuota reguler RTLH dan nominalnya disesuaikan dengan hasil asesmen di lapangan,” ungkapnya.
Terkait musim kemarau, PMI Batang sudah mulai bersiap menghadapi potensi kekeringan meski belum ada laporan resmi yang masuk.
“Kita untuk antisipasi kemarin sudah dapat petunjuk dari pusat supaya bisa mengusulkan kira-kira penanganan air itu, untuk kekeringan itu nanti berapa bulan kita sudah mengusulkannya. Mudah-mudahan saja ndak kekeringan, tapi kan kalau ada kita sudah siap,” ujarnya.






