Park Ji Hoon dan Yoo Hae Jin dalam adegan film sejarah Korea The King’s Warden berlatar Dinasti Joseon/Foto: AsianwikiIndoragamnewscom-Rumah produksi Onda Works membantah keras tudingan plagiarisme yang dialamatkan pada film The King’s Warden, sebuah sinema sejarah yang baru saja mencetak rekor 11 juta penonton.

Tudingan tersebut mencuat setelah keluarga ahli waris mendiang penulis berinisial “A” menengarai adanya kemiripan signifikan antara adegan dalam film dengan draf drama bertajuk Eom Heung Do yang dipersiapkan “A” sebelum tutup usia pada 2019 silam.
Adapun poin keberatan keluarga meliputi dramatisasi hubungan Raja Danjong dengan tokoh Eom Heung Do, termasuk adaptasi jumlah karakter pelayan istana dan anak-anak tokoh utama.
Menanggapi eskalasi isu tersebut, Onda Works menegaskan bahwa karya yang dibintangi Park Ji Hoon dan Yoo Hae Jin ini merupakan hasil riset sejarah yang orisinal dan terdokumentasi dengan baik.

Perusahaan menyatakan bahwa kemiripan ide dalam fiksi sejarah merupakan hal yang lumrah mengingat peristiwa tersebut berpijak pada fakta yang sama di masa Dinasti Joseon.
“Film The King’s Warden adalah karya murni orisinal berdasarkan fakta sejarah, dan seluruh proses kreatif telah didokumentasikan secara rinci serta dapat diverifikasi,” tulis pihak Onda Works dalam keterangan resminya Selasa (10/3/2026).
Pihak produser juga menekankan ketiadaan jalur distribusi atau hubungan kausalitas yang memungkinkan tim kreatif mereka mengakses naskah milik mendiang “A” selama masa pengembangan proyek.
Kendati demikian, keluarga ahli waris tetap menyoroti adegan spesifik seperti momen Raja Danjong yang berbagi makanan dengan Eom Heung Do hingga aksi penyelamatan di tepi jurang sebagai elemen yang identik dengan karya mereka.
Menghadapi desakan ini, Onda Works memilih langkah diplomasi yang tegas guna melindungi integritas produksi mereka di tengah kesuksesan komersial yang sedang berjalan.
“Klaim plagiarisme tersebut tidak berdasar, dan kami akan merespons secara tegas melalui semua tindakan yang memungkinkan, termasuk prosedur hukum, terhadap tuduhan tersebut,” tambah perusahaan.
Sementara itu, diskursus ini menjadi tantangan bagi The King’s Warden yang sedang mendominasi pasar sinema Korea Selatan dengan narasi pengasingan Raja Danjong di Cheongnyeongpo.
Perusahaan kini berfokus pada pembuktian orisinalitas naskah guna meredam sentimen negatif yang berpotensi memengaruhi laju penonton di bioskop.







Tidak ada komentar