Timnas Futasl Indonesia harus puas menmepati posisi dua di AFC Futsal ASIAN CUP setelah kalah adu penalti dari Iran 4-5/Foto: Singgih Wibowo/ IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Timnas Futsal Indonesia harus puas menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026 usai takluk 4-5 dari Iran lewat adu penalti. Di balik pencapaian bersejarah di Indonesia Arena, Jakarta, itu, pelatih Hector Souto justru menyoroti persoalan mendasar yang menghambat perkembangan futsal nasional.

Souto menilai, kekalahan dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu dengan skor 5-5 itu menjadi bahan evaluasi penting. Namun, pandangannya justru menukik ke level akar rumput.
Di balik euforia pencapaian final, pelatih asal Spanyol itu menyoroti masalah infrastruktur. Menurutnya, kualitas fasilitas latihan dan permukaan lapangan di dalam negeri belum mendukung permainan futsal modern yang mengandalkan tempo tinggi.
“Investasi pada infrastruktur, khususnya lapangan berstandar parquet, menjadi kunci agar pemain dapat berkembang secara optimal dan bersaing secara konsisten di level tertinggi Asia,” tegas Souto.

Ia menegaskan, tanpa fondasi infrastruktur yang memadai, sulit bagi pemain Indonesia untuk beradaptasi dengan kecepatan dan teknik permainan elite Asia. Pernyataannya ini menggarisbawahi kesenjangan yang masih harus dibenahi.
Terkait target ke depan, Souto memilih bersikap realistis. Ia menegaskan fokus tim tetap pada proses, mulai dari pemusatan latihan, persiapan maksimal, hingga bersaing sebaik mungkin di setiap turnamen.
“Dalam perjalanan tim, hasil tidak selalu berakhir dengan kesuksesan, namun proses yang tepat akan membawa Indonesia semakin kompetitif di kancah Asia,” ujar Souto.
Pernyataan itu ia sampaikan sebagai penekanan bahwa jalan menuju puncak futsal Asia masih panjang. Pencapaian runner-up Piala Asia 2026 dianggapnya sebagai langkah awal, bukan tujuan akhir.







Tidak ada komentar