Kereta Api Listrik Jabodetabek/Foto:WikipediaIndoragamnewscom, JAKARTA-Perpanjangan rute KRL Karawang kembali menjadi sorotan di DPR RI. Anggota Komisi XI DPR RI Putri Komarudin mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut yang telah lama dibahas, namun hingga kini dinilai belum menunjukkan perkembangan yang jelas.

Menurut Putri, rencana memperpanjang jalur KRL hingga Karawang bukan isu baru. Pembahasan terkait proyek ini telah beberapa kali dilakukan bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), tetapi kepastian realisasinya belum juga tersampaikan kepada masyarakat.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI bersama DJKN dan Badan Pengelola (BP) BUMN di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026), Putri menyoroti lambatnya perkembangan rencana tersebut.
“Beberapa kali sebenarnya sudah ada perpanjangan rute KRL sampai dengan Karawang yang sudah pernah saya bahas di rapat dengan Pak Rio sebelumnya. Tapi walaupun rencana ini sudah cukup lama kita bahas di ruangan ini, sepertinya belum ada kelanjutan dan isunya pasang surut sampai dengan hari ini,” ujar Putri.

Ia menilai masyarakat membutuhkan kepastian karena rencana tersebut sudah berulang kali dibahas tanpa kejelasan waktu pelaksanaan.
Putri menekankan pentingnya transportasi massal yang terjangkau dan andal, khususnya bagi warga Karawang yang setiap hari beraktivitas menuju Jakarta dan kawasan industri di sekitarnya.
Menurut dia, keberadaan kereta cepat yang sudah berhenti di Karawang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
“Walaupun kita tahu kereta cepat itu sudah berhenti di Karawang, tapi ada beberapa segmentasi masyarakat tentu yang tidak bisa membayar karena harganya yang cukup premium,” katanya.
Mobilitas tinggi antara Karawang dan Jakarta, lanjutnya, membuat masyarakat semakin bergantung pada transportasi publik dengan tarif terjangkau. Karena itu, kelanjutan proyek perpanjangan KRL dinilai memiliki urgensi tinggi.
Putri juga menyinggung informasi mengenai langkah PT KAI yang telah mengirimkan surat kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Surat tersebut berkaitan dengan usulan perpanjangan jalur KRL hingga Cikampek, Jawa Barat, termasuk rencana elektrifikasi jalur Jakarta–Cikampek.
“Tentu sangat saya apresiasi, saya tunggu-tunggu karena ini realisasinya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar situ,” ucapnya.
Namun hingga rapat berlangsung, ia menyebut belum ada penjelasan rinci mengenai tahapan pelaksanaan maupun kendala yang dihadapi.
Putri menilai kejelasan terkait waktu realisasi menjadi hal penting agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian. Ia meminta pemerintah dan BUMN terkait menyampaikan penjelasan yang lebih konkret.
“Yang belum kita dengar hari ini adalah bagaimana rencana ini, apakah akan terealisasi pada tahun ini dan kalau memang belum, apa kira-kira yang menjadi kendalanya,” pungkas Putri.
Ia berharap rencana yang dinilai berdampak besar bagi mobilitas masyarakat di Karawang dan sekitarnya dapat dijalankan secara konsisten sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan.






