Wali Kota Kendari Siska Karina Imran/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, KENDARI-Angka stunting di Kota Kendari menunjukkan tren positif dengan penurunan yang cukup signifikan.

Pemerintah Kota Kendari mencatat capaian tersebut sebagai hasil dari berbagai intervensi terpadu dan berkelanjutan yang melibatkan lintas sektor, mulai dari peningkatan gizi ibu dan anak, penguatan layanan kesehatan, hingga edukasi pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting berhasil ditekan secara nyata dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian ini tidak terlepas dari kerja sama tenaga kesehatan, kader posyandu, serta dukungan berbagai pihak dalam mendampingi keluarga yang berisiko stunting.

“Di Kota Kendari tahun 2025 lalu, Kota Kendari mengalami penurunan angka stunting yang awalnya anak-anak kita yang terkena stunting tercatat sebanyak 500 orang dan berhasil kita turunkan hingga Desember kemarin 460 orang saja,” ujar Siska dikutip Sabtu (28/3/2026).
“Tidak mudah menurunkan angka stunting ini, oleh karena itu tidak hanya kesehatan anak saja kita perhatikan, tetapi elemen-elemen penunjang perlu juga diperhatikan,” tambahnya.
Selain intervensi kebijakan, pemerintah menjalankan program spesifik seperti pemberian makanan tambahan bagi balita, pemeriksaan kesehatan rutin, serta pemantauan tumbuh kembang anak di berbagai wilayah.
Pemkot Kendari juga menerapkan kebijakan inovatif dengan melibatkan seluruh unsur pemerintahan—mulai dari wali kota, kepala organisasi perangkat daerah, hingga anggota DPRD—untuk memiliki anak asuh sebagai bentuk kepedulian terhadap penanganan stunting.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan pemenuhan gizi anak sejak dini, mencakup asupan makanan bergizi, sanitasi yang layak, serta pola asuh yang sehat.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menekan angka stunting secara konsisten dan melahirkan generasi yang lebih sehat serta berkualitas di masa mendatang.







Tidak ada komentar