Wali Kota Solo Respati Ardi imbau pelaku usaha tak naikkan harga tidak wajar saat Lebaran. Pengawasan dilakukan untuk menjaga kenyamanan wisatawan/Foto: Dokumen PribadiIndoragamnewscom, SOLO-Pemerintah Kota Surakarta melarang praktik “kepruk harga” atau kenaikan harga tidak wajar selama libur Lebaran. Wali Kota Respati Ardi mengimbau pelaku usaha di sektor kuliner dan jasa untuk menyesuaikan harga secara wajar, demi menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Kota Solo.

“Kami juga mengimbau untuk para pelaku usaha, pelaku wisata, kuliner, apa pun mohon dapat menyesuaikan harga. Jangan aji mumpung,” ujar Respati dikutip pada Minggu (22/3/2026).
Respati menegaskan bahwa momentum Lebaran seharusnya dimanfaatkan untuk menarik wisatawan agar kembali berkunjung, bukan meraih keuntungan sesaat dengan merugikan konsumen. Praktik kenaikan harga yang tidak wajar dapat merusak citra pariwisata daerah dan mengurangi kepercayaan wisatawan.
Pemerintah kota akan melakukan pengawasan terhadap harga di sektor kuliner dan jasa selama periode Idulfitri. Jika ditemukan pelanggaran, Respati menegaskan pihaknya tidak akan segan menindak. Masyarakat juga diminta melaporkan apabila menemukan harga yang tidak sesuai kewajaran.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Surakarta telah menggelar operasi pasar untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Solo, Yeni Suryaningsih, menyebutkan harga bawang merah dan bawang putih terpantau stabil, meskipun harga beras medium dan premium mulai mengalami kenaikan sejak awal Maret .
Selain pengawasan harga, Pemkot Surakarta juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan di sejumlah ruas jalan. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18-20 Maret 2026, dengan perkiraan jumlah kendaraan yang melintas meningkat drastis. Dishub Solo menyiagakan ratusan personel untuk mengurai kemacetan, terutama di kawasan wisata seperti Pasar Gede, Ngarsopuro, dan sekitar Mangkunegaran .
Respati berharap seluruh pelaku usaha dapat menjaga kepercayaan wisatawan. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Kota Solo, yang menjadi salah satu andalan ekonomi daerah. Dengan pengawasan dan imbauan yang konsisten, suasana Lebaran di Solo diharapkan tetap nyaman dan ramah bagi semua pengunjung.






