Para petani sedang melakukan penanaman padi/Foto:Humas KementanIndoragamnewscom, JAKARTA-Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menegaskan keberhasilan program swasembada pangan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani.

Menurutnya, petani sejahtera menjadi fondasi utama pertanian yang kuat sekaligus kunci kedaulatan pangan Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan saat memimpin panen raya padi di Desa Wonosari, Trucuk, Klaten. Titiek menjelaskan Presiden Prabowo Subianto menetapkan swasembada pangan sebagai agenda strategis nasional di tengah tantangan ekonomi global, perubahan iklim, dan dinamika geopolitik.
Klaten, sebagai lumbung pangan Jawa Tengah, memegang peran penting menjaga pasokan beras nasional.

Tantangan sektor pertanian masih beragam: perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga biaya produksi yang terus meningkat.
Pembangunan pertanian membutuhkan pendekatan terpadu, mulai penyediaan sarana produksi, penguatan infrastruktur, modernisasi pertanian, hingga jaminan harga yang menguntungkan petani.
Panen raya di Wonosari mencapai produktivitas 10 ton per hektare, meningkat dari kisaran sebelumnya 8 ton. Pemerintah sendiri telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang dinilai petani memberi kepastian.
Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo menyebut kesejahteraan petani berada di titik tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Titiek menekankan setiap kebijakan pangan harus menempatkan petani sebagai pihak paling dilindungi.
“Jangan sampai kebijakan yang dibuat justru merugikan petani. Petani harus menjadi pihak pertama yang merasakan manfaat,” tegasnya dikutip Minggu (12/7/2027).
Komisi IV akan mengawal implementasi kebijakan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar program pertanian benar-benar berpihak kepada petani.
“Semoga produksi terus meningkat, harga tetap menguntungkan, kesejahteraan petani semakin meningkat, serta pertanian Indonesia semakin jaya dan berdaulat,” pungkasnya.




