Pelatih Timnas Swedia, Graham Potter/Foto: IstimewaIndoragamnewscom-Pelatih Timnas Swedia, Graham Potter, menegaskan pintu masih terbuka bagi Dejan Kulusevski dan Alexander Isak untuk tampil di play-off Piala Dunia 2026 meski kedua pemain saat ini masih menepi karena cedera. Potter akan terus memantau perkembangan rehabilitasi kedua pemain bintang tersebut.

Potter, yang ditunjuk sebagai pelatih Swedia tahun lalu setelah meninggalkan West Ham United, menyadari tantangan besar yang dihadapi Kulusevski dan Isak. Cedera panjang sempat memaksa mereka absen dari lapangan, tetapi semangat untuk kembali tetap hidup.
“Sulit untuk memastikan,” ujar Potter kepada media Swedia Fotboll Direkt saat ditanya soal kemungkinan kembalinya Kulusevski dan Isak.
“Tapi mereka sedang menjalani rehabilitasi dengan baik di klub masing-masing. Masih ada waktu bagi mereka untuk kembali,” Potter melanjutkan.
Gelandang Tottenham Hotspur, Kulusevski, mengalami cedera lutut pada Mei tahun lalu. Sejak itu, ia belum pernah bermain dan jadwal kembalinya ke lapangan masih belum diketahui. Pemain berusia 26 tahun itu telah menjadi andalan Tottenham sejak pindah dari Juventus pada 2022.
Sementara itu, striker Liverpool, Isak, menderita cedera serius saat melawan Tottenham Hotspur pada Desember. Ia diperkirakan baru bisa kembali memperkuat The Reds pada Maret atau April mendatang. Isak memecahkan rekor transfer Inggris saat pindah ke Liverpool dari Newcastle United pada musim panas lalu.
Potter menyadari pulih dari cedera jangka panjang bukanlah perkara mudah. Pemain membutuhkan program rehabilitasi yang tepat agar cedera serupa tidak terulang. Kendati begitu, semangat dan tekad kedua pemain menjadi modal penting.
“Saya berharap mereka bisa bermain. Pulih dari cedera seperti ini memang menantang, tapi peluang selalu ada,” ucap pria berusia 50 tahun tersebut.
Kulusevski dan Isak diharapkan pulih sebelum Swedia memainkan laga play-off Piala Dunia 2026 yang dimainkan Maret mendatang. Pada babak tersebut, Blagult akan menantang Ukraina.
Bagi Potter, kembalinya kedua pemain bukan sekadar soal kemampuan teknis. Hal ini juga menjadi simbol perjuangan dan tekad mereka untuk membela Swedia di panggung dunia.







Tidak ada komentar