Keindahan Curug Panetean di Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya makin terlihat indah dan mempesona ketika musim kemarau/Foto: IstimewaIndoragamnewscom-Jawa Barat menyimpan kekayaan alam yang tak pernah habis untuk dijelajahi. Di balik hiruk-pikuk kota dan padatnya aktivitas, sejumlah air terjun masih tertanam rapi di lembah-lembah dan kawasan hutan lindung.

Sebagian belum terkelola secara resmi, sebagian lagi menjadi magnet bagi pencinta alam yang haus ketenangan. Curug-curug ini menawarkan lebih dari sekadar pemandangan—mereka adalah ruang untuk menarik napas panjang.
Curug Cikanteh menyapa pengunjung dengan tiga tingkatan air terjun dalam satu kawasan. Terletak di Dusun Cikanteh, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, curug ini berada di dalam Geopark Ciletuh.
Tingkat pertama bernama Curug Ngelay, kedua Curug Cikanteh, dan ketiga Curug Sodong. Untuk mencapai Curug Cikanteh, pengunjung harus trekking sekitar 350 meter dengan medan berbatu dan tanah liat. Biaya masuk ke tingkat bawah sekitar Rp5.000, sementara untuk naik ke curug utama wajib menyewa pemandu dengan biaya sukarela .

Curug Goa Lumut Indah di Bogor menawarkan pengalaman berbeda. Berlokasi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, curug ini memiliki ketinggian sekitar 7 meter dengan kolam air berwarna hijau toska yang jernih.
Keunikan utamanya adalah keberadaan gua di balik air terjun dan lapisan lumut hijau yang menyelimuti dinding bebatuan. Tiket masuknya Rp10.000 per orang.
Curug Luhur di Cianjur Selatan menyuguhkan pemandangan dari ketinggian 30 meter dengan formasi batuan cadas berundak alami. Alamatnya di Desa Pamoyanan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur. Pengunjung bisa menikmati panorama Kota Cianjur dari atas. Tiket masuk Rp10.000, biaya parkir motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000.
Curug Jagapati di Garut memiliki empat undakan dengan ketinggian sekitar 20 meter. Berlokasi di Kampung Padarame, Desa Neglasari, Kecamatan Cisompet. Nama Jagapati berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “Penguasa Dunia”. Dari pusat Garut, perjalanan memakan waktu sekitar dua jam, dilanjutkan trekking 300 meter. Tiket masuk Rp5.000 .
Curug Bangku di Pangalengan, Bandung, memiliki ketinggian kurang dari 30 meter dan sekilas berbentuk seperti kursi. Berlokasi di Desa Margaluyu, Kecamatan Pangalengan, curug ini masih terjaga keasriannya dengan jumlah pengunjung relatif sedikit.
Belum banyak informasi lengkap tersedia tentang curug ini, menjadikannya destinasi yang masih sepi.
Curug Tunan Katumiri di Subang dapat diakses gratis karena belum memiliki pengelola resmi. Terletak di Kampung Dangdeur, Desa Sanca, Kecamatan Ciater, curug ini memiliki tinggi sekitar 10 meter dengan aliran air tidak terlalu deras . Perjalanan menuju lokasi melewati hamparan pematang sawah dan perkebunan nanas khas Subang.
Curug Panetean di Tasikmalaya memiliki keunikan warna air kebiruan yang membuatnya dijuluki “jacuzzi alami”. Berlokasi di Desa Pangliaran, Kecamatan Pancatengah, curug ini tidak terlalu tinggi dengan debit air tenang .
Warga sekitar menyebutnya Curug Leuwi, yang berarti “cekungan dasar air”. Tiket masuk dipungut secara sukarela, namun paket tur resmi tersedia mulai Rp391.000 per orang.




