Wisata Religi Pamijahan, Jejak Syekh Abdul Muhyi di Tasikmalaya

3 menit membaca
Evan Permana
News, Wisata - 09 Jul 2026

Indoragamnewscom – Makam Waliyullah Syekh Abdul Muhyi dan Goa Safarwadi di Pamijahan menjadi salah satu destinasi wisata religi paling ramai dikunjungi di Tasikmalaya.

Kawasan ini tak hanya menyimpan nilai sejarah penyebaran Islam di Tatar Sunda, tetapi juga menyimpan keyakinan spiritual tentang lorong yang konon menembus hingga Makkah.

Wisata Religi Pamijahan terletak di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dari pusat Kota Tasikmalaya, lokasi ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar dua jam perjalanan menyusuri jalur perbukitan.

Secara administratif, situs ini berada di Kampung Pamijahan dengan koordinat 49 M 0177650 dan UTM 9162411.

Daya tarik utamanya adalah Makam Syekh Abdul Muhyi, ulama besar yang berperan dalam dakwah Islam di wilayah Priangan Timur. Di kawasan yang sama terdapat Goa Safarwadi, tempat yang tak terpisahkan dari sejarah perjalanan spiritual sang ulama.

Masyarakat setempat meyakini goa ini memiliki lorong spiritual yang “menembus” ke Makkah. Keyakinan itu bersumber dari kisah Syekh Abdul Muhyi yang disebut pernah menyaksikan cahaya terang dari dalam goa, yang dipercaya berasal dari Tanah Suci.

Goa Safarwadi memiliki mulut yang cukup lebar dan tinggi, memungkinkan pengunjung berdiri tegak di dalamnya. Stalaktit dan stalakmit kokoh menghiasi dinding gua, dengan ruangan-ruangan yang terkesan menyekat—diduga pernah digunakan sebagai tempat pertapaan, pesantren, hingga mushola.

Di dalam goa terdapat pula mata air jernih yang oleh masyarakat setempat disebut air zam-zam. Lorong goa dialiri air dan berbatu-batu, menambah tantangan bagi peziarah yang hendak menyusurinya.

Menurut sejarah lisan, Goa Pamijahan pernah menjadi tempat hunian Syekh Abdul Qodir Jaelani sekitar 200 tahun sebelum Syekh Abdul Muhyi menerima ilmu agama dari gurunya, Syekh Imam Sanusi.

Goa ini terletak di kaki Bukit Gunung Mujarod. Kata mujarod berarti penenangan, merujuk pada aktivitas Syekh Abdul Muhyi yang kerap menyendiri dan mendekatkan diri kepada Allah di tempat tersebut.

Nama Pamijahan sendiri berasal dari masa sebelum Syekh Abdul Muhyi menetap, yaitu Saparwadi. Kata tersebut berasal dari bahasa Arab: sapar berarti jalan dan wadi berarti lembah atau jurang. Nama itu menggambarkan lokasi yang berada di jalur di atas jurang.

Secara geografis, situs ini berada di daerah pedesaan dengan lahan berbukit dan bergelombang. Areal di sekitarnya dimanfaatkan sebagai pemukiman, sawah, ladang, hutan, dan pasar.

Kompleks makam Syekh Abdul Muhyi terdiri dari tiga lapisan ruangan. Lapisan pertama berisi 24 makam, lapisan kedua 11 makam, dan lapisan ketiga merupakan makam utama yang tertutup dinding lagi. Di luar bangunan utama terdapat makam-makam keluarga dan pengiring.

Akses menuju lokasi cukup menantang. Dari jalan raya, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 500 meter menuju makam, dan sekitar 2 kilometer menuju goa.

Meski demikian, kawasan ini tetap ramai dikunjungi, terutama saat libur panjang dan Lebaran. Hingga kini, Pamijahan menjadi magnet bagi wisatawan dan peziarah yang ingin memperdalam nilai spiritual sekaligus menikmati suasana religi yang tenang dan khusyuk.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

INSTAGRAM

2 months ago
2 months ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

x
x
CLOSE ADS