Menara Pandang Banjarmasin setinggi 30 meter di tepi Sungai Martapura tarik 6.000 pengunjung per pekan. Tiket gratis. Lihat Pegunungan Meratus hingga hilir mudik perahu di atasnya/Foto: Indonesia KayaIndoragamnewscom-Tepat di tepi Sungai Martapura, Jalan Kapten Pierre Tendean, sebuah menara setinggi 30 meter berdiri sebagai ikon kota. Dari puncaknya, Banjarmasin terbentang: Pegunungan Meratus di timur, sungai yang dipadati perahu di selatan, lalu pusat pertokoan yang hiruk-pikuk di barat.

Menara Pandang Banjarmasin dibangun bertahap dan rampung pada 2014. Sejak itu, ia jadi primadona. Dikelola Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Banjarmasin, menara empat lantai ini menarik sekitar 6.000 pengunjung setiap pekan.
Angka yang terus naik. Pada 2025, Komisi II DPRD Kota Banjarmasin menyebut kawasan Siring Menara Pandang sebagai “magnet pariwisata pusat kota”.
Memasuki menara tidak dipungut biaya. Pengunjung hanya membayar parkir. Tiket masuk gratis. Lantai satu berupa plaza terbuka, biasa dipakai lomba, donor darah, atau latihan kesenian.

Di lantai dua ada Galeri Baiman, diresmikan akhir 2019. Puluhan foto dan lukisan menghiasi dinding: hewan endemik Kalimantan seperti bekantan dan beruang madu, lalu Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Pasar Terapung, hingga potret Banjarmasin tempo dulu.
Lantai tiga bernama Power King Space. Ruang besar untuk rapat, seminar UMKM, atau sosialisasi. Lantai tertinggi, lantai empat, adalah ruang terbuka. Di sinilah puncak pengalaman menanti. Namun sampai ke sana, pengunjung harus menaiki 155 anak tangga.
Dari ketinggian itu, panorama berlapis. Sebelah timur, Pegunungan Meratus membentang hijau, menjadi latar alami kota. Sebelah selatan, Sungai Martapura, anak Sungai Barito sepanjang 36,5 kilometer menampakkan denyutnya. Perahu kelotok hilir mudik, membawa penumpang.
Aktivitas susur sungai dari dermaga sekitar menara bisa dinikmati dengan tarif sekitar Rp10 ribu per orang. Jika beruntung, langit senja di ufuk barat berpendar jingga, perlahan bertukar menjadi ungu.
Menjadi saksi matahari terbenam dari sini adalah ritual tersendiri. Pengunjung yang ingin mendapat spot terbaik disarankan datang lebih awal. Kerap pula pasangan memilih menara sebagai lokasi resepsi pernikahan–kapasitasnya bisa menampung 500 orang. Saat Idulfitri, menara dihias lampu, suasana kian meriah.
Faisal Hariyadi, Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, mengingatkan pemkot agar tak cepat puas. “Penambahan fasilitas umum seperti toilet lebih representatif, tempat duduk nyaman, serta area bermain anak harus terus dibuat,” ujarnya .
Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi digital, misalnya informasi wisata berbasis aplikasi.
Dari Bandara Internasional Syamsudin Noor, perjalanan ke menara memakan waktu sekitar 51 menit melalui Jalan Ahmad Yani. Jarak tempuh 31 kilometer.
Menara Pandang buka setiap hari. Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 WITA. Sabtu hingga pukul 22.00 WITA. Minggu dari pukul 08.00-21.00 WITA.







Tidak ada komentar