Pemantauan di lokasi pada Kamis (1/1/2026) menunjukkan TNI dari Yonzipur 16 telah mulai melakukan pemasangan jembatan bailey sebagai solusi sementara guna memulihkan akses transportasi masyarakat/Foto: IstimewaIndoragamnewscpm, ACEH-Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Bener Meriah menyebabkan sejumlah ruas jalan amblas dan jembatan putus. Salah satu titik terdampak berada di ruas jalan penghubung Pante Raya menuju Simpang Tiga Redelong melalui kawasan Batalion 114 Satria Musara.

Pemantauan di lokasi pada Kamis (1/1/2026) menunjukkan TNI dari Yonzipur 16 telah mulai melakukan pemasangan jembatan bailey sebagai solusi sementara guna memulihkan akses transportasi masyarakat.
Perwakilan Yonzipur 16, Letnan Reza, menyampaikan bahwa proses pemasangan jembatan bailey diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 10 hari kerja, tergantung kondisi lapangan.
“Pekerjaan pemasangan jembatan bailey diperkirakan memerlukan waktu kurang lebih 10 hari kerja,” ujar Letnan Reza.

Ia menambahkan, saat ini pekerjaan masih terkendala pada proses pembuatan ombudment yang menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan belum dimulai.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui telepon, perwakilan PUPR Banda Aceh, Hasrizal Kurnia, menyatakan bahwa kendala tersebut telah disampaikan kepada pimpinan di tingkat provinsi. “Iya pak, sudah saya sampaikan ke Bapak Kepala Dinas PUPR Aceh,” ungkapnya.
Selama proses pemasangan jembatan bailey berlangsung, pihak terkait telah menyiapkan jalan alternatif sementara di samping ruas jalan yang putus agar mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bengi, Samusi Purnawira Dade, menyebutkan bahwa pemasangan jembatan bailey juga berdampak pada pemulihan layanan air bersih.
“Apabila jembatan bailey ke arah batalion telah terpasang, maka pipa PDAM ke arah Brimob, Rutan, Kodim, dan sekitarnya akan segera pulih,” jelasnya.
Pemasangan jembatan bailey ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dan layanan dasar di Kabupaten Bener Meriah.






