AHY Dorong Skema WFA Urai Penumpukan Mudik Lebaran 2026

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 22 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Pemerintah mulai mematangkan strategi untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa persiapan mudik Lebaran 2026 dilakukan lebih awal guna menghindari pola penanganan yang mendadak.

Fokus utama pemerintah kali ini adalah memetakan pergerakan massa melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum, agar kemacetan ekstrem pada jalur utama dapat ditekan lebih efektif.

Salah satu terobosan yang diusulkan adalah penerapan skema Work From Anywhere (WFA) bagi para pekerja. AHY menilai fleksibilitas waktu kerja dapat menjadi solusi untuk memecah konsentrasi keberangkatan pemudik yang biasanya menumpuk pada satu atau dua hari menjelang hari raya.

Dengan penyebaran waktu perjalanan yang lebih longgar, beban volume kendaraan di jalur tol maupun arteri diharapkan tetap berada dalam batas kapasitas infrastruktur yang tersedia.

“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya. Pola pergerakan masyarakat sudah bisa kita petakan. Karena itu, persiapannya juga harus lebih matang dan terukur,” ujar AHY di Serang, Banten, Minggu (22/2/2026).

Ia menekankan bahwa keberhasilan manajemen arus mudik sangat bergantung pada distribusi jadwal perjalanan masyarakat secara mandiri.

“Kalau semua berangkat di tanggal yang sama, pasti akan terjadi penumpukan luar biasa. Maka kita dorong fleksibilitas waktu kerja supaya masyarakat bisa mengatur jadwal mudiknya lebih longgar,” katanya.

Selain pengaturan waktu, pemerintah mengejar target penyelesaian perbaikan infrastruktur jalan sebelum periode mudik dimulai. Jalur-jalur strategis yang menghubungkan antarwilayah menjadi prioritas utama untuk memastikan tidak ada hambatan mobilitas akibat jalan berlubang atau pengerjaan proyek yang mangkrak.

AHY menegaskan bahwa jalur utama harus berada dalam kondisi prima demi menjamin kelancaran arus distribusi kendaraan terbesar di Indonesia tersebut.

“Jalur utama harus dalam kondisi prima. Kita tidak ingin ada hambatan karena jalan berlubang atau perbaikan yang belum selesai saat arus mudik sudah berjalan,” tegasnya.

Upaya percepatan ini dibarengi dengan evaluasi fasilitas pendukung seperti rest area. Pemerintah memandang ketersediaan tempat istirahat yang layak sebagai instrumen vital untuk menekan angka kecelakaan akibat faktor kelelahan pengemudi yang selama ini masih mendominasi statistik fatalitas di jalan raya.

Menurut AHY, rest area harus mampu menampung kebutuhan pemudik secara optimal, mulai dari aspek sanitasi, area parkir, hingga pengaturan alur keluar-masuk kendaraan agar tidak memicu ekor kemacetan di badan jalan tol.

“Data setiap tahun menunjukkan faktor kelelahan masih dominan dalam kecelakaan lalu lintas saat mudik. Maka rest area harus benar-benar siap, bersih, aman, dan mampu menampung kebutuhan pemudik,” ujar AHY.

Strategi ini diharapkan dapat menciptakan iklim perjalanan yang lebih tertib dan aman bagi jutaan warga yang akan pulang ke kampung halaman. Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi agar mobilitas tahunan ini tidak lagi dibayangi kecemasan di perjalanan.

“Kita ingin masyarakat bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman tanpa dihantui rasa khawatir di perjalanan,” pungkas AHY.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!