im Saswco Mojang merayakan gol dalam laga Hydroplus Soccer League U-18 melawan Putri Sukabumi di Cimahi/Foto: dokumentasi Hydroplus Soccer LeagueIndoragamnewscom, BANDUNG-Kemenangan 7-0 tanpa balas tak lantas membuat tim sepak bola putri Saswco Mojang terbang tinggi. Pelatih Rizki Januari memilih jujur, ada faktor eksternal di balik pesta gol ke gawang Putri Sukabumi pada lanjutan Hydroplus Soccer League U-18, Sabtu (11/4/2026).

Bertanding di Lapangan Pusdikpom, Cimahi, tim tuan rumah memang tampil dominan sejak awal. Namun, penguasaan bola yang baik tak serta-merta membuahkan angka. Alih-alih langsung membombardir lawan, Saswco Mojang sempat kesulitan membongkar pertahanan rapat tim tamu pada babak pertama.
Kebuntuan baru pecah di menit ke-21 melalui Diva Aulia Putri. Gol pembuka itu menjadi titik balik. Setelahnya, lini pertahanan Putri Sukabumi yang bermain dengan komposisi tidak penuh jebol enam kali lagi .
Pelatih Rizki Januari tidak menampik bahwa skor besar ini adalah konsekuensi logis dari kondisi objektif lawan. Sebelum laga, ia telah mengonfirmasi kendala yang dialami Putri Sukabumi dalam perjalanan sehingga harus turun dengan jumlah pemain minim.

“Menang besar tapi lawannya juga tadi emang kurang jumlah pemainnya. Tadi udah konfirmasi juga ke lawan nanyain mungkin ada kendala tadi di jalan lawannya, akhirnya yang mengharuskan mereka kekurangan pemain,” ujar Rizki.
Meski di atas kertas diunggulkan, ia mengaku tetap mewanti-wanti anak asuhnya untuk tidak meremehkan. Instruksi utamanya adalah menjaga konsentrasi agar tidak justru kecolongan lebih dulu. Namun, ia mengakui bahwa proses penciptaan gol di awal pertandingan masih menjadi pekerjaan rumah.
“Tetap serius walaupun mereka kurang pemain, kita serius jangan sampai kita yang kecolongan itu, tapi tetap banyak evaluasi dari pertandingan barusan. Walaupun mereka kekurangan pemain kita untuk babak pertama sulit mencetak gol,” lanjutnya.
Terlepas dari mudahnya perolehan tiga poin, Saswco Mojang memanfaatkan momen ini untuk rotasi pemain. Fokus utama tim saat ini bukanlah tuntutan gelar, melainkan pemberian jam terbang bagi para penggawa baru yang masih asing dengan atmosfer kompetisi.
“Banyak juga yang baru pertama mengikuti kompetisi, tapi mungkin target yang lebihnya anak-anak bisa banyak jam terbang, itu yang pertama. Terus yang udah berpengalaman baru mungkin itu untuk target mereka bisa lebih lagi meningkatkan diri,” ungkap Rizki.
Kondisi ini juga menjadi catatan penting terkait kesiapan tim menghadapi laga berat ke depan. Rizki menyebut, selama jeda panjang kompetisi yang bertepatan dengan bulan Ramadan, pihaknya tetap memforsir latihan dan uji coba untuk menjaga mentalitas serta kekompakan tim.
“Kemarin walaupun break lama, puasa, Alhamdulillah kita program latihan tetap berjalan, per dua minggu tetap ada latihan uji coba untuk menjaga mentalitas anak-anak, terus atmosfer pertandingannya tetap ada. Itu di bulan puasa kita tetap ada latihan tetap ada uji tanding,” jelasnya.
Kekompakan itu diamini oleh gelandang Saswco, Mega Aprilia. Baginya, libur panjang pekan ke-10 menuju ke-11 tak menyurutkan chemistry. Justru, momen tersebut dipakai untuk latihan bersama guna menyatukan kembali ritme bermain.
“Kan dari pekan 10 ke pekan 11 kan liburnya agak lumayan panjang, jadi kita bareng-bareng latihan bareng-bareng, satuin lagi chemistry-nya. Jadi mungkin Alhamdulillah bisa menang gitu karena latihan bareng-bareng,” kata Mega.






