Novita Hardini Hadiri TGX Summit 20226 di Trenggalek: Perempuan Diajak Berani Bersuara

3 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 19 Apr 2026

Indoragamnewscom, TRENGGALEK-Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini mengajak perempuan Indonesia menyalakan api perjuangan positif di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang kian kompleks.

Ajakan itu disampaikan dalam TGX Women Summit 2026 yang digelar di Gedung Bioskop NSC Kabupaten Trenggalek, Sabtu (18/4/2026), dalam rangka memperingati Hari Kartini.

“Hingga tahun 2026, kita masih menghadapi banyak barier yang tidak menguntungkan bagi perempuan di berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh perempuan untuk menyalakan api perjuangan yang positif agar mampu menghadapi kehidupan masing-masing,” ujar Novita.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, kebangkitan perempuan dalam setiap rumah tangga memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus memperkuat masyarakat di tengah berbagai tekanan zaman.

Ia menegaskan bahwa kerja pemberdayaan perempuan harus hadir nyata, tidak hanya dalam wacana, tetapi melalui ruang kreatif dan penguatan kapasitas.

“Perempuan harus berani bersuara, berani berkarya, dan berani membawa harapan bagi lingkungan sekitarnya. Kartini masa kini adalah mereka yang berani bangkit,” tegasnya.

Ruang Kolaborasi Perempuan dan Anak Muda

TGX Women Summit 2026 dikemas melalui workshop inspiratif yang menjadi ruang kolaborasi bagi perempuan, anak muda, serta pelaku ekonomi kreatif.

Acara ini menghadirkan pemutaran film dokumenter dan animasi karya sineas muda Trenggalek yang telah berprestasi di tingkat nasional.

Novita menilai banyak talenta kreatif asal Trenggalek justru berkembang di luar daerah. Karena itu, ia berkomitmen menghadirkan ruang ekosistem kreatif agar anak muda dapat berkarya dari daerahnya sendiri.

“Saya ingin mewadahi talenta-talenta muda Trenggalek agar karya mereka lahir dan tumbuh dari daerah sendiri, baik melalui buku, film, maupun konten kreatif,” tegasnya.

Buku “Bising dan Hening” sebagai Simbol Perjuangan

Salah satu agenda utama dalam summit ini adalah peluncuran buku “Bising dan Hening”. Berbeda dari kebanyakan peluncuran buku pada umumnya, buku ini merupakan karya kolaboratif perempuan penyintas yang menuliskan perjalanan hidup, pergulatan batin, hingga proses bangkit dari berbagai ujian kehidupan.

Founder UPRINTIS Indonesia tersebut menjelaskan bahwa buku ini menjadi simbol bagaimana perjuangan hidup dapat diubah menjadi karya yang memberi kekuatan bagi orang lain.

“Terkadang dalam hidup, yang mampu menasihati diri kita adalah diri kita sendiri. Ketika pengalaman ditulis, lalu dibaca kembali beberapa tahun kemudian, tulisan itu bisa menjadi nasihat terbaik bagi masa depan kita,” ungkapnya.

Buku tersebut diharapkan menjadi medium refleksi sekaligus ruang aman bagi perempuan untuk menyuarakan pengalaman yang selama ini sulit diungkapkan.

Ke depan, Novita merencanakan program pelatihan kreator konten melalui workshop dan bootcamp bersama industri media nasional guna memperkuat sektor ekonomi kreatif lokal. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi inisiatif ini.

“Perayaan Kartini bukan hanya milik perempuan, tetapi semua orang yang memiliki kemauan untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

“Kartini masa kini adalah mereka yang berani bangkit, berani berkarya, dan berani membawa harapan bagi lingkungan sekitarnya,” pungkas Novita.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!