Ekspresi kekecewaan pemain FC Bekasi City usai laga kontra Persikad Depok di Stadion Pakansari/Foto: Nandang Permana/ IndoragamnewscomIndoragamnewscom, BOGOR-FC Bekasi City terpaksa mengubur ambisi promosi ke Super League setelah takluk dalam drama lima gol melawan Persikad Depok.

Kekalahan 2-3 di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (25/4/2026), menjadi titik antiklimaks bagi skuat asuhan Widyantoro dalam laga pekan ke-24 Championship 2025/2026.
Hasil minor ini sekaligus menutup pintu peluang tim berjuluk Kuda Hitam tersebut untuk bersaing di level tertinggi sepak bola nasional musim depan.
Jalannya pertandingan berlangsung sengit dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. FC Bekasi City sejatinya memberikan perlawanan spartan, terutama saat berusaha mengejar ketertinggalan pada paruh kedua laga.

Kendati demikian, efektivitas penyelesaian akhir dan koordinasi lini pertahanan menjadi celah yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh tuan rumah Persikad Depok untuk mengamankan poin penuh.
Widyantoro tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya atas hasil akhir yang merugikan posisi tim di klasemen. Meski mengaku masygul, ia tetap memberikan kredit khusus terhadap daya juang yang ditunjukkan anak asuhnya di lapangan.
“Saya mengapresiasi kerja keras para pemain, terutama di babak kedua di mana mereka memberikan perlawanan sengit,” ujarnya seusai pertandingan.
Kekecewaan juru taktik yang akrab disapa Wiwid ini kian menebal akibat sejumlah keputusan pengadil lapangan yang dianggap kontroversial. Ia menyoroti minimnya inisiatif wasit untuk meninjau ulang insiden krusial di area terlarang melalui Video Assistant Referee (VAR).
Menurutnya, ada momentum di mana timnya seharusnya mendapatkan keuntungan namun justru diabaikan oleh perangkat pertandingan.
“Saya menyoroti dua momen krusial di babak kedua, di mana pemain kami didorong dan diinjak di kotak penalti. Namun tidak ada pengecekan VAR atau pelanggaran yang diberikan oleh wasit,” tegas Widyantoro dengan nada getir.
Kekalahan ini praktis mengakhiri napas FC Bekasi City dalam perebutan tiket promosi musim ini. Widyantoro kini memilih untuk bersikap realistis dan menyerahkan sepenuhnya kebijakan masa depan tim kepada pihak manajemen.
Fokus utama saat ini beralih pada penyusunan laporan komprehensif terkait kinerja skuat sepanjang kompetisi berlangsung.
“Saya akan memberikan laporan evaluasi kepada pemilik klub mengenai performa tim dan persentase pemain yang layak dipertahankan untuk musim depan,” tuturnya menutup keterangan.







Tidak ada komentar