Anggota Timwas Haji DPR, Nasir Djamil, fokus awasi transportasi dan kepadatan di Armuzna. Ia meminta tidak ada lagi jemaah yang berjalan kaki/Foto: Humas DPR RIIndoragamnewscom, JAKARTA-Tim Pengawas Haji DPR RI mulai bergerak. Sebelum bertolak ke Makkah melalui Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (20/5/2026), Muhammad Nasir Djamil memasang target pengawasan paling tajam pada sektor transportasi dan kepadatan jemaah di Armuzna.

“Timwas ini dibagi beberapa bidang. Ada akomodasi, transportasi, kemudian juga kesehatan, bahkan juga nanti di Arafah dan Muzdalifah serta Mina itu juga akan diawasi,” ujarnya kepada wartawan.
Anggota Komisi III DPR itu menunjuk fase puncak haji sebagai titik kritis. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya mencatat, mobilisasi jutaan jemaah di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina kerap melahirkan keluhan klasik: jemaah terlambat diangkut hingga terpaksa berjalan kaki di tengah suhu ekstrem .
Nasir menegaskan pengawasan tahun ini tidak sekadar mencari kesalahan. Tujuannya, memastikan seluruh sistem pelayanan berjalan efektif di lapangan. Ia tidak ingin mendengar lagi cerita lama yang sama.

“Pengawasan yang dilakukan itu semata-mata ingin memastikan bahwa jemaah haji kita itu dilayani dengan baik. Jangan sampai lagi ada berita bahwa jemaah haji kita harus berjalan kaki sementara transportasi itu ada tapi tidak bisa digunakan karena kondisi di sana yang agak crowded,” tegas politisi PKS itu .
Sorotan terhadap mobilitas jemaah ini bukan tanpa alasan. Hingga Minggu (17/5/2026), lebih dari 174 ribu jemaah Indonesia atau sekitar 85 persen dari total kuota telah tiba di Tanah Suci .
Konsentrasi massa dalam jumlah besar ini, menurut Nasir, membuat gangguan kecil pada distribusi transportasi bisa berdampak luas.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah Indonesia, petugas haji, dan otoritas Arab Saudi berjalan lebih baik tahun ini. Sebab, tanpa sinergi yang kuat, berbagai kendala teknis di Armuzna sulit diminimalisir.
Timwas Haji DPR akan mengawal setiap tahapan agar layanan transportasi tidak gagal lagi di fase paling krusial tersebut.







Tidak ada komentar