BMKG: Suhu 9,4 Derajat Celsius Landa NTT, Sebagian Wilayah Mulai Kemarau

2 menit membaca
Nandang Permana
Nasional - 13 Jun 2026

Indoragamnewscom-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melaporkan sebagian wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan, mulai memasuki musim kemarau yang ditandai penurunan curah hujan secara signifikan. Kondisi ini memunculkan fenomena suhu udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga dini hari, terutama di daerah dataran tinggi.

BMKG mencatat suhu minimum ekstrem terjadi di Manggarai, Nusa Tenggara Timur sebesar 9,4 derajat Celsius pada 7 Juni 2026. Wonosobo juga mengalami suhu rendah hingga 16,9 derajat Celsius pada 8 Juni 2026.

Fenomena ini berkaitan dengan penguatan Monsun Australia yang membawa massa udara lebih kering dan dingin ke wilayah Indonesia bagian selatan. El Niño–Southern Oscillation terpantau berada dalam kecenderungan fase hangat di Samudra Pasifik tropis bagian tengah hingga timur, dengan indeks Niño 3.4 positif 0,81 dan SOI minus 22,3.

Madden Julian Oscillation berada pada fase gelombang yang tetap berpotensi aktif dan memengaruhi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah, terutama Kalimantan dan sebagian kawasan timur Indonesia. Gelombang atmosfer seperti Kelvin dan Rossby ekuatorial juga turut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas hujan di berbagai wilayah, termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara. BMKG mencatat adanya sirkulasi siklonik di Kalimantan Tengah yang memicu pola konvergensi dan perlambatan angin.

Meskipun sebagian wilayah mulai memasuki musim kemarau, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di beberapa daerah. Pada periode 8–10 Juni 2026, curah hujan cukup signifikan: Sumatra Barat 128 mm per hari, Kalimantan Timur 108 mm per hari, Kalimantan Tengah 101 mm per hari, Papua Tengah 94 mm per hari, dan Riau 71 mm per hari.

Untuk periode 12–18 Juni 2026, cuaca umumnya cerah berawan hingga hujan lebat. Wilayah yang masuk kategori waspada antara lain Sumatra Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Sulawesi, serta Papua Pegunungan. “Cuaca dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat diharapkan tetap siaga terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi,” demikian imbauan BMKG.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
1 month ago
1 month ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!