Berjemur 10-15 Menit di Pagi Hari, Manfaatnya Luar Biasa untuk Kesehatan

3 menit membaca
Nita Susilawati
Ragam - 03 Apr 2026

Indoragamnewscom-Berjemur di pagi hari memberikan beragam manfaat kesehatan yang sering kali luput dari perhatian. Selain membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami, paparan sinar matahari pada waktu yang tepat juga berkontribusi pada peningkatan kualitas tidur, penguatan sistem kekebalan tubuh, hingga penurunan risiko depresi.

Dengan durasi 10 hingga 15 menit antara pukul 10 pagi hingga 2 siang, aktivitas sederhana ini dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan fisik dan mental.

Paparan sinar matahari pagi berperan penting dalam mengatur ritme sirkadian tubuh. Saat sinar matahari mengenai mata, pesan dikirim ke kelenjar pineal di otak untuk memulai produksi melatonin, hormon yang menyebabkan rasa kantuk dan membantu tidur.

Proses ini berlangsung hingga matahari terbenam, sehingga tubuh memiliki ritme yang jelas antara siang dan malam. Hasilnya, kualitas tidur meningkat dan tubuh lebih siap beristirahat saat malam tiba.

Sinar matahari juga merangsang produksi vitamin D yang esensial bagi kesehatan tulang. Vitamin D membantu penyerapan kalsium, nutrisi utama untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rutin berjemur di pagi hari selama 10-15 menit dapat mengurangi risiko osteoporosis atau kerapuhan tulang hingga 40 persen pada usia lanjut.

Dalam sistem kekebalan tubuh, vitamin D berperan merangsang produksi sel darah putih yang melindungi tubuh dari berbagai penyebab infeksi. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit jantung dan kanker. Vitamin D yang diperoleh dari sinar matahari terbukti lebih efektif dibandingkan suplemen.

Paparan sinar matahari juga memengaruhi suasana hati melalui pelepasan hormon serotonin di otak. Hormon ini meningkatkan mood dan memberikan perasaan tenang. Tidak hanya bagi penderita depresi, sebagian besar orang merasakan perubahan suasana hati yang positif setelah berjemur di pagi hari.

Untuk kesehatan kulit, sinar matahari mengubah energi menjadi Pro-Vitamin D yang berfungsi melembapkan dan menenangkan kulit yang meradang. Pro-Vitamin D juga berperan sebagai tabir surya alami serta mencegah glikosilasi kolagen—kerusakan protein kolagen akibat tingginya kadar gula darah yang mempercepat penuaan dini. Dengan demikian, berjemur rutin secara tidak langsung membantu mencegah penuaan dini pada kulit.

Penelitian oleh Drs. Frank dan Cedric Garland dari University of California menemukan bahwa paparan sinar matahari berkaitan dengan risiko kanker usus besar. Pasien di New York memiliki risiko tiga kali lebih tinggi dibandingkan pasien di Meksiko, yang diduga karena perbedaan intensitas paparan sinar matahari. Suplementasi vitamin D telah terbukti menurunkan risiko pengembangan berbagai jenis kanker hingga 60 persen.

Manfaat lain dari berjemur adalah membantu mengendalikan tekanan darah. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Investigative Dermatology menyatakan bahwa paparan sinar matahari mengubah oksidan nitrat (NO) di kulit menjadi bentuk yang lebih kecil, yang berperan penting dalam mengatur tekanan darah.

Bagi ibu hamil, berjemur dikaitkan dengan potensi penurunan risiko persalinan prematur dan infeksi terkait kehamilan. Namun American Academy of Dermatology menyarankan untuk tidak mengandalkan sinar matahari sebagai sumber utama vitamin D. Ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berjemur.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, waktu ideal berjemur adalah antara pukul 10 pagi hingga 2 siang, ketika intensitas radiasi UVB relatif rendah dan aman bagi kesehatan. Durasi yang dianjurkan adalah 10 hingga 15 menit. Setelah pukul 11 siang, cukup persingkat menjadi 3 menit karena intensitas UVB mulai menurun. Bagian tubuh yang disarankan terkena paparan sinar matahari meliputi tangan, lengan, wajah, punggung, dan kaki.

Penting untuk berjemur dengan bijaksana. Paparan sinar matahari yang berlebihan tanpa perlindungan dapat meningkatkan risiko penyakit kulit dan kanker kulit. Gunakan tabir surya jika berjemur lebih dari durasi yang dianjurkan, dan hindari paparan langsung pada jam-jam terik untuk menjaga kesehatan kulit dan tubuh secara keseluruhan.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!