Bupati Ipuk Blusukan ke Purwoharjo, 25 Kursi Roda Disalurkan, Warga Lumpuh Dijemput

3 menit membaca
Fazril Maulana
Daerah - 29 Apr 2026

Indoragamnewscom, BANYUWANGI-Tiga tahun Mamat terbaring. Pria 45 tahun itu lumpuh usai jatuh dari pohon. Istrinya harus bekerja memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara anak-anaknya masih kecil.

Rabu (29/4/2026) pagi, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani datang ke rumahnya di Desa Purwoharjo. Bukan sekadar menjenguk. Ipuk memerintahkan Direktur RSUD Genteng, Sugiyo, yang ikut dalam rombongan untuk segera menjemput Mamat.

“Bapak harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat terapi,” kata Ipuk.

Ia meminta kepala desa setempat mendampingi selama Mamat dirawat. Soal biaya, Ipuk sudah memastikan. “Biaya bapak tenang saja, karena sudah ditanggung negara. Bapak harus semangat untuk bisa sehat lagi,” ujarnya.

Kunjungan ke rumah Mamat menjadi bagian dari program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) yang digelar Ipuk di Kecamatan Purwoharjo. Seharian ia berkantor di tiga desa sekaligus: Kradenan, Purwoharjo, dan Glagahagung.

Pagi dimulai di Balai Desa Kradenan. Sekitar 120 warga memadati sarasehan kesehatan mental. Seorang psikiater hadir memberikan pemaparan. Di tempat yang sama, pemeriksaan kesehatan gratis juga digelar. Dokter spesialis kandungan dan spesialis jantung turun langsung. Cek tensi hingga konsultasi penyakit dalam tersedia.

“Dengan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis ini, masyarakat yang butuh penanganan atau rujukan bisa langsung tertangani,” kata Ipuk.

“Ini cara kami agar warga desa bisa mendapatkan layanan kesehatan spesialis tanpa harus jauh-jauh ke pusat kota,” tambahnya.

Di Desa Purwoharjo, Ipuk menyerahkan 25 paket alat bantu mobilitas. Kursi roda, alat bantu jalan (walker), dan tongkat. Penerimanya warga dengan keterbatasan fisik. Bantuan serupa juga diberikan di Desa Karetan, termasuk untuk penyandang disabilitas perempuan.

Setelah urusan kesehatan dan sosial, Ipuk meninjau potensi ekonomi lokal. Ia melihat langsung budidaya ikan lele milik warga. Juga greenhouse melon hidroponik yang mulai dikembangkan. Pemerintah daerah mendorong penguatan ekonomi berbasis desa melalui optimalisasi potensi tersebut.

Bantuan bibit manggis juga disalurkan kepada petani di kawasan integrated farming yang menggabungkan sektor pertanian dan peternakan.

Sektor pendidikan tak luput. Di SDN 1 Purwoharjo, Ipuk memantau pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA). Ia juga memberi edukasi wawasan kebangsaan kepada guru PAUD. Untuk siswa, edukasi kesehatan mental dan reproduksi diberikan.

Petugas BPBD turut hadir melakukan sosialisasi mitigasi bencana. Edukasi kebakaran juga diberikan kepada wali murid oleh petugas pemadam kebakaran.

Sepanjang kegiatan, layanan publik terpadu dibuka. Warga bisa mengurus administrasi kependudukan, membayar pajak, mengurus perizinan usaha, hingga konsultasi kesehatan dalam satu tempat.

Di Balai Desa Karetan, Ipuk juga membuka sesi konsultasi khusus. Perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa berkonsultasi langsung tentang tata kelola pemerintahan desa.

“Nanti di rumah sakit bapak mendapat terapi, agar perlahan bisa berjalan lagi,” kata Ipuk mengutip janjinya kepada Mamat.

Bedanya, kali ini kepala daerah itu benar-benar menepati.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

4 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!