KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dan 15 orang lainnya di Tulungagung. Mantan pengusaha toko bangunan dengan harta Rp18 miliar ini kini diperiksa/Foto: IstimewaIndoragamnewscom, JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat (10/4/2026).

Dalam operasi senyap tersebut, penyidik mengamankan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo beserta 15 orang lainnya.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya OTT tersebut, namun masih mendalami peran dan keterlibatan para pihak yang terjaring.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto mengonfirmasi penangkapan tersebut. “Benar, OTT dilakukan di Tulungagung. Ya, Bupati ikut diamankan,” ujar Fitroh dikutip Sabtu (11/4/2026).

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menambahkan bahwa tim mengamankan 16 orang, dengan Gatut sebagai salah satunya.
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Gatut sendiri tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 06.50 WIB, langsung menjalani pemeriksaan lanjutan.
Penangkapan ini mengejutkan publik mengingat Gatut merupakan figur yang dikenal sukses merangkak dari bawah. Sebelum menjadi bupati, ia adalah pengusaha toko bangunan dengan jaringan usaha di Tulungagung dan Trenggalek.
Karier politiknya dimulai saat bergabung dengan PDI Perjuangan pada November 2021 sebagai Wakil Bupati Tulungagung (2021–2024), sebelum berpindah ke Partai Gerindra dan memenangkan Pilkada 2024 bersama Ahmad Baharudin dengan raihan 297.882 suara (50,72 persen) .
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 3 September 2024, total kekayaan Gatut mencapai Rp18,07 miliar. Ia memiliki 21 bidang tanah dan bangunan tersebar di Tulungagung, Surabaya, Trenggalek, hingga Tanah Laut, serta 17 unit kendaraan termasuk Toyota Land Cruiser, Toyota Alphard, dan enam unit truk Mitsubishi.
Ironisnya, Gatut baru saja menyerahkan LHKPN periode awal menjabat pada Maret 2026 . OTT ini menjadi yang kesepuluh dilakukan KPK sepanjang 2026 . KPK masih mendalami perkara dan belum membeberkan detail kasus maupun barang bukti yang diamankan.







Tidak ada komentar