Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Diberlakukan Lagi, Satu Lajur hingga Dua Lajur

2 menit membaca
Nandang Permana
Nasional - 21 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-PT Jasamarga Transjawa Tol kembali menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow di ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek arah Cikampek seiring meningkatnya volume kendaraan menuju kawasan Timur Trans Jawa pada masa libur Idulfitri 1447 H. Kebijakan ini diterapkan secara situasional berdasarkan diskresi kepolisian.

Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan bahwa penerapan contraflow dimulai dari KM 47 hingga KM 55 dengan satu lajur. Rekayasa kemudian dilanjutkan dari KM 55 hingga KM 70 dengan dua lajur yang diberlakukan sejak pukul 13.55 WIB.

“Skema tersebut disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan guna mengurangi kepadatan kendaraan yang mengarah ke jalur mudik utama,” jelas Ria dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3/2026).

Ia menuturkan bahwa rekayasa ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik. Pemberlakuan contraflow dilakukan secara situasional berdasarkan diskresi Kepolisian dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di lapangan.

JTT bersama stakeholder terkait terus melakukan pemantauan secara intensif guna memastikan arus kendaraan tetap terkendali dan perjalanan pengguna jalan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Sehari sebelumnya, pada Jumat (20/3/2026), Korps Lalu Lintas Polri telah menghentikan rekayasa satu arah atau one way nasional di ruas yang sama setelah puncak arus mudik terlewati.

Puncak arus mudik tercatat pada 18 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan tertinggi sepanjang sejarah. PT Jasa Marga mencatat sebanyak 270.315 kendaraan melintas pada hari tersebut, meningkat 98,3 persen dibanding hari normal dan naik 4,6 persen dibanding puncak mudik tahun sebelumnya. Kendaraan yang menuju jalan Tol Trans Jawa mencapai 175.754 unit, meningkat 6 persen dari tahun lalu .

JTT mengimbau para pengguna jalan tol untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik. Selain memastikan kondisi kendaraan prima, pengguna jalan diharapkan memiliki saldo uang elektronik yang cukup serta tetap disiplin mengikuti rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono menyebut bahwa volume kendaraan yang melintas di Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ) dan tol Jakarta-Cikampek bawah tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengoperasiannya.

Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026, atau tiga hari setelah Idulfitri. Jasa Marga dan Korlantas mengimbau pemudik menghindari tanggal tersebut untuk kembali ke Jakarta. Saat arus balik nanti, rekayasa lalu lintas kemungkinan akan kembali diberlakukan.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!