TRENDING

Dewa United Banten Terpuruk Setelah Telan Tiga Kekalahan Beruntun

2 menit membaca
Dede Idrus
News, Olahraga - 21 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Kekalahan beruntun Dewa United Banten mencapai titik nadir setelah menyerah dari Rajawali Medan dengan skor 82-86 di Dewa United Arena, Jumat malam (20/2/2026).

Hasil minor ini menjadi kekalahan ketiga berturut-turut bagi anak asuh pelatih asal Spanyol, Agusti Julbe Bosch, dalam kompetisi IBL musim ini. Performa tim yang merosot tajam memicu kekhawatiran karena stabilitas pertahanan mereka yang mendadak rapuh.
Sang juru taktik bahkan enggan memberikan analisis mendalam mengenai kegagalan timnya mengamankan poin di kandang sendiri setelah melewatkan sejumlah momentum krusial untuk membalikkan keadaan.

“Saya tidak punya komentar untuk pertandingan ini. Kami punya kesempatan menang dan kami gagal. Itu saja yang bisa saya katakan untuk pertandingan ini,” ujar Coach Agusti dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Keengganan Agusti berkomentar mencerminkan tekanan besar yang dialami klub, mengingat terakhir kali tim ini menderita tiga kekalahan beruntun pada musim reguler 2022.

Catatan ini tercatat sebagai salah satu periode terburuk sejak 2023. Jika gagal bangkit saat menjamu Satria Muda Pertamina pada Sabtu (21/2/2026), klub terancam mencetak rekor kekalahan terpanjang sepanjang sejarah berdirinya tim.

Secara statistik, Dewa United sebenarnya masih mengantongi rekor menang-kalah 5-4. Angka ini belum bisa dikatakan hancur total jika merujuk pada performa musim lalu saat mereka menelan lima kekalahan sepanjang musim reguler.

Namun, tren kebobolan yang dialami saat ini sangat mengkhawatirkan. Dalam tiga laga terakhir melawan Rajawali Medan, Borneo Hornbills, dan Kesatria Bengawan Solo, Dewa United mencatatkan rata-rata kebobolan mencapai 96,6 poin per pertandingan.

Angka tersebut menunjukkan adanya celah besar dalam skema perlindungan area pertahanan yang selama ini menjadi kekuatan mereka.

Berbeda dengan sikap tertutup sang pelatih, guard Dewa United Rio Disi justru blak-blakan mengenai faktor utama keterpurukan tim. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada produktivitas poin dari pemain lokal atau legiun asing, melainkan kedisiplinan dalam menjaga lawan.

“Tiga pertandingan terakhir, kami kebobolan banyak poin, mungkin pekerjaan rumah adalah defense,” ungkap Rio Disi.

Ia menekankan bahwa meski pemain lokal perlu memberikan kontribusi lebih, perbaikan sektor pertahanan harus menjadi prioritas mendesak agar tim bisa kembali ke jalur kemenangan.

“Memang setiap pertandingan, harus ada yang step up dari pemain lokal untuk kontribusi poin. Namun saat ini bukan masalah poin, tapi defense yang harus kami perbaiki,” tegas Rio.

Ujian berat kini menanti di depan mata karena mereka harus segera berbenah dalam waktu kurang dari 24 jam.

Pertandingan melawan Satria Muda bukan sekadar perebutan poin, melainkan pembuktian mentalitas para pemain Dewa United untuk memutus tren negatif sebelum posisi mereka di papan klasemen semakin melorot dan menjauh dari zona aman playoff.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

4 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!