Seorang Muslim berdoa dengan tangan terangkat menghadap kiblat/Ilustrasi: Indoragamnewscom
Indoragamnewscom-Dalam al-Qur’an surat Ghafir ayat 60, Allah berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan kabulkan doa kalian.” Ayat ini menjadi dasar utama bagi setiap Muslim yang menghadapi kesulitan. Doa bukan sekadar ritual. Ia adalah pengakuan atas keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta.

Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa singkat namun sarat makna untuk memohon kemudahan. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, doa itu berbunyi :
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa.

Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan Engkau menjadikan kesulitan, jika Engkau kehendaki, pasti akan menjadi mudah.”
Selain doa dari Rasulullah, al-Qur’an juga mengabadikan doa Nabi Musa saat ia diutus menghadapi Firaun. Dalam surat Thaha ayat 25-28, Musa berkata :
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Rabbish-rohli shodrii, wa yassir-lii amri, wahlul ‘uqdatammin-lisaani, yafqahu qauli.
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.”
Doa ini tidak hanya untuk kemudahan, tetapi juga untuk ketenangan hati. Para ulama menjelaskan bahwa “melapangkan dada” berarti menghilangkan rasa cemas dan gelisah.
Selain doa, ada amalan-amalan lain yang dapat mempermudah urusan. Shalat istikharah menjadi salah satu yang paling dianjurkan, terutama saat mengambil keputusan penting. Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian hendak melakukan suatu urusan, hendaklah ia shalat dua rakaat, kemudian berdoa…” (HR. Bukhari).
Doa istikharah yang diajarkan Rasulullah adalah :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ…
Allahumma inni astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as-aluka min fadhlikal ‘azhiim…
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku mohon kekuasaan-Mu dengan kemahakuasaan-Mu…”
Shalat tahajud juga menjadi amalan malam yang istimewa. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang menyeru-Ku, akan Kuperkenankan seruannya. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, akan Kuperkenankan permintaannya.”
Sedekah disebut sebagai jalan lain untuk mempermudah urusan. Dalam surat Al-Baqarah ayat 261, Allah mengumpamakan orang yang bersedekah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, setiap bulir berisi seratus biji. Ustadz Abdul Somad menjelaskan bahwa amal sedekah dapat membebaskan seseorang dari berbagai kesulitan.
Untuk urusan rezeki, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang diriwayatkan Ibnu Majah :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima.”
Ada pula doa dari Rasulullah untuk memohon kecukupan :
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.
Artinya: “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi, hasan).
Adapun doa keselamatan lengkap yang bisa dipanjatkan setiap hari :
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِي الدِّينِ، وَعَافِيَةً فِي الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِي الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِي الرِّزْقِ…
Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid-diin, wa ‘aafiyatan fil-jasad, wa ziyaadatan fil-‘ilmi, wa barakatan fir-rizqi…
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan pada tubuh, limpahan ilmu, dan keberkahan rezeki.”
Doa memohon kesehatan juga diriwayatkan secara lengkap :
اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma ‘aafini fi badanii, Allahumma ‘aafini fi sam’ii, Allahumma ‘aafini fi basharii, laa ilaaha illaa anta.
Artinya: “Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Tiada Tuhan selain Engkau.”
Di balik semua doa, ada satu hal yang tak boleh dilupakan: sikap hati. Allah menjanjikan pengabulan, tetapi jawaban tidak selalu datang dalam bentuk yang kita harapkan. Terkadang doa dikabulkan dengan cara yang lebih baik, di waktu yang lebih tepat, atau diganti dengan sesuatu yang lebih besar pahalanya di akhirat.
“Setiap kali seseorang membaca doa, Allah akan mengabulkannya dengan tiga cara: dikabulkan langsung, disimpan untuk akhirat, atau dihindarkan dari bahaya yang setara,” demikian sabda Rasulullah SAW.
Maka berdoalah. Tapi jangan berhenti di situ. Iringi dengan usaha. Lengkapi dengan tawakal. Karena doa tanpa ikhtiar adalah angan. Ikhtiar tanpa doa adalah kesombongan. Dan keduanya harus berjalan beriringan, seperti dua sisi mata uang yang sama.







Tidak ada komentar