Pemkab Gresik bangun 145 rumah layak huni di Desa Campurejo lewat kolaborasi dengan Pakuwon Group dan Habitat for Humanity/Foto: Humas Pemkab GresikIndoragamnewscom, GRESIK-Pemerintah Kabupaten Gresik mempercepat pengentasan kawasan kumuh melalui pendekatan terpadu yang tidak hanya berfokus pada pembangunan rumah, tetapi juga penataan infrastruktur dasar.

Komitmen tersebut terlihat dari penyerahan Rumah Layak Huni hasil kolaborasi Pemkab Gresik, Pakuwon Group, dan Habitat for Humanity Indonesia kepada warga penerima manfaat di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, bersama Direktur PT Pakuwon Jati Leon Tedja dan General Manager Resource and Development Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia Abraham Tulung.
Sekda Gresik Achmad Washil menjelaskan, program ini merupakan bagian dari implementasi Dana Alokasi Khusus Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK-PPKT) yang diarahkan untuk mempercepat penataan kawasan permukiman secara komprehensif.

“Program ini merupakan bagian dari realisasi DAK-PPKT guna mempercepat penataan kawasan permukiman yang sehat, aman, dan bebas kumuh,” ujarnya dikutip Jumat (3/7/2026).
Menurut Washil, penanganan kawasan kumuh tidak bisa diselesaikan hanya dengan membangun rumah. Dibutuhkan intervensi menyeluruh pada sektor pendukung seperti jalan lingkungan, drainase, air minum, dan sanitasi, agar kualitas hidup masyarakat meningkat secara berkelanjutan.
“Lebih dari itu, pembangunan rumah layak huni adalah upaya menghadirkan harapan baru, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mengembalikan martabat warga agar dapat tinggal di lingkungan yang sehat, aman, nyaman, dan produktif,” ungkapnya.
Desa Campurejo menjadi salah satu lokasi prioritas penanganan karena memiliki karakteristik kawasan pesisir dengan berbagai persoalan permukiman yang kompleks. Melalui DAK-PPKT 2025, pemerintah melakukan intervensi terintegrasi pada empat sektor utama: perumahan, prasarana dan utilitas, air minum, serta sanitasi.
Hasilnya, program ini menghadirkan dampak signifikan terhadap kualitas kawasan.
Pemkab Gresik mencatat telah membangun 102 unit rumah baru dan meningkatkan kualitas 43 rumah tidak layak huni, sehingga total 145 unit rumah tersentuh program perbaikan permukiman.
Selain itu, pembangunan juga mencakup 4.136 meter jalan lingkungan, 5.487 meter drainase, 1 unit tandon air dengan 209 sambungan rumah air minum, 7 unit IPAL komunal, 339 sambungan sanitasi rumah, serta 1 unit TPS3R untuk pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Washil menilai keberhasilan program ini menjadi istimewa karena lahir dari kolaborasi pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, diserahkan 21 unit Rumah Layak Huni yang dibangun melalui dukungan Pakuwon Group bersama Habitat for Humanity Indonesia. Bantuan tersebut, kata Washil, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan baru bagi keluarga penerima manfaat.
“Sebuah rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi fondasi kehidupan. Dari rumah yang layak akan lahir keluarga yang sehat, anak-anak yang dapat belajar dengan nyaman, serta masyarakat yang lebih produktif dan sejahtera,” tegasnya.
Ia menambahkan, kontribusi dunia usaha dalam program sosial seperti ini menunjukkan bahwa sektor swasta dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan yang berkeadilan.
Dampak nyata program ini dirasakan langsung oleh warga. Zaki (38), salah satu penerima manfaat, mengaku bantuan tersebut mengubah masa depan keluarganya.
“Dulu kami sekeluarga harus berbagi tempat dan berdesakan di rumah orang tua yang kondisinya juga memprihatinkan. Sekarang, alhamdulillah, kami sudah punya rumah sendiri. Bantuan ini benar-benar mengubah masa depan keluarga kami,” ujarnya haru.




