
Indoragamnews.com– Kalah di Santiago Bernabeu dari Manchester City, ancaman bagi Karir Xabi Alonso. Erling Haaland mencetak gol ke-34 untuk klub dan negaranya sepanjang musim ini untuk memberi Manchester City kemenangan 1-2 atas Real Madrid dan membuat posisi Xabi Alonso sebagai pelatih raksasa Spanyol itu dalam bahaya besar.

Bertanding tanpa bintang andalan Kylian Mbappe yang dibekap cedera, Madrid unggul terlebih dahulu melalui Rodrygo pada menit 28 tetapi Nico O’Reilly berhasil menyamakan skor pada menit 35 dan penalti Haaland pada menit 43 memastikan Manchester City pulang dengan tiga poin.
Berbagai media di Madrid melaporkan menjelang pertandingan bahwa kekalahan akan menentukan nasib Xabi Alonso sebagai pelatih Madrid, meskipun performa timnya patut dipuji, terlepas dari hasil akhir dalam kompetisi Liga Champions yang penuh kekecewaan.
Bagaimana tidak klub tersukses dengan raihan Liga Champions sebanyak 15 kali itu hanya memenangkan dua dari delapan pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, dan menghadapi perjuangan untuk mendapatkan tempat di delapan besar klasemen fase liga.

Alonso mengambil keputusan besar dengan terpaksa mencadangkan pencetak gol terbanyak timnya, Kylian Mbappe, dengan alasan terlalu berisiko untuk memainkannya di tengah ketidaknyamanan lutut, dan sebagai gantinya menurunkan striker berusia 21 tahun, Gonzalo Garcia.
Padahal Madrid menyingkirkan City di babak play-off Liga Champions musim lalu pada bulan Februari, di mana Mbappe mencetak empat gol dari total kemenangan agregat 6-3. Ini adalah pertemuan ke-15 antara kedua tim ini, yang telah menjadi laga klasik Liga Champions dengan sajian khas yang dimulai dengan kecepatan kilat Vinicius Junior selalu terlibat aktif dalam aksi-aksi awal.
Walaupun sebenarnya Real Madrid mendominasi permainan dengan mengandalkan Rodrygo sebagai penyerang. Pada menit awal pertandingan pemain asal Brasil itu dijatuhkan oleh Matheus Nunes dan wasit menunjuk titik penalti, tetapi setelah adanya tinjauan VAR menunjukkan kontak tersebut terjadi di luar area penalti.
Tidak ingin menyia-nyiakan peluang Federico Valverde maju sebagai eksekutor dan melepaskan tendangan keras yang dibelokkan oleh O’Reilly, sebelum Vinicius melambungkan bola sedikit di luar gawang setelah Rodrygo memberinya umpan silang rendah yang sempurna.
Gol tersebut memang pantas didapatkan tuan rumah ketika mereka unggul di menit ke-28, setelah Rodrygo menyelesaikan pergerakan yang dimulai oleh Alvaro Carreras di sisi lapangan lainnya. Madrid melakukan serangan balik, dan Jude Bellingham memberi umpan kepada pemain Brasil itu, yang kemudian menyelesaikan dengan tendangan rendah dan akurat melewati Donnarumma dan masuk ke sudut jauh gawang.
Bagi Rodrygo Itu adalah gol pertamanya dalam 33 pertandingan sekaligus mengakhiri masa paceklik dan mengecewakan bagi Rodrygo, dan juga gol kelimanya melawan City mengingatkan memori indah pada tahun 2022 dimana waktu itu 2 gol telatnya yang menakjubkan membantu Madrid mengalahkan tim Guardiola di semifinal.
Setengah jam pertama pertandingan bagi Madrid hampir sempurna, tetapi diluar dugaan City berhasil menyamakan kedudukan secara tiba-tiba setelah kesalahan fatal dari kiper asal Belgia, Thibaut Courtois. Kiper tidak mampu menahan sundulan Josko Gvardiol, dan O’Reilly dengan sigap menyambar bola muntah tersebut dan mencetak gol pada menit ke-35.
Melihat situasi ini Guardiola tidak senang dengan penampilan timnya di babak pertama, tetapi mereka unggul terlebih dahulu setelah Antonio Rudiger menahan Haaland dari belakang dan akhirnya wasit menunjuk titik putih untuk Manchester City mendapatkan penalti.
Eling Haaland mengambil kesempatan itu dengan sangat baik. Striker Norwegia itu, mampu mengecoh Courtois dari titik penalti. Courtois memperbaiki kesalahan sebelumnya dengan melakukan penyelamatan ganda yang bagus untuk menggagalkan peluang Haaland dan Rayan Cherki sebelum jeda, dan Jeremy Doku setelahnya.
Alonso memasukkan Arda Guler menggantikan Garcia dan menggeser Bellingham ke posisi penyerang tengah, peran yang pernah ia mainkan di bawah asuhan Carlo Ancelotti pada musim pertamanya yang spektakuler bersama Madrid.
Pelatih asal Basque itu juga beralih ke pemain muda Endrick, yang hampir tidak pernah ia manfaatkan sejak kedatangannya, dan pemain berusia 19 tahun itu menyundul bola tipis di atas mistar gawang lima menit sebelum pertandingan berakhir. Madrid kehabisan ide di babak kedua dan mungkin akan mencari pelatih lain untuk memberikan ide-ide baru dalam beberapa hari mendatang.







Tidak ada komentar