Manfaat dan Risiko Mangga untuk Kehamilan

3 menit membaca
Padilah Rahayu
Ragam - 22 Mei 2026

Indoragamnewscom-Asam folat dalam semangkuk mangga memenuhi hampir seperlima kebutuhan harian ibu hamil. Kandungan seratnya membantu melancarkan pencernaan yang kerap tersendat akibat pengaruh hormon progesteron.

Namun di balik manfaat itu, ada peringatan: gula alami mangga cukup tinggi, mencapai 23 gram per 200 gram sajian.

Buah tropis yang populer ini berasal dari Asia Selatan dan telah dikonsumsi ribuan tahun lalu. Kini, mangga hadir dalam puluhan varietas di pasar Indonesia—dari harum manis hingga gedong.
Sebuah studi di Puskesmas Ciater, Tangerang Selatan, pada 2023-2024 menunjukkan bahwa konsumsi mangga efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II, setara dengan pisang Ambon putih. Temuan ini memperkuat klaim bahwa mangga berperan dalam pencegahan anemia.

Masalah pencernaan seperti konstipasi kerap menghantui ibu hamil akibat peningkatan hormon progesteron yang memperlambat gerakan usus. Mangga menyediakan sekitar 3 gram serat per porsi. Penelitian membuktikan, serat ini merangsang pergerakan usus dan menjaga kelancaran pencernaan.

Perkembangan saraf dan otak janin bergantung pada folat. Kekurangan folat pada awal kehamilan dapat menyebabkan cacat tabung saraf. Mangga menyediakan sekitar 18 persen kebutuhan folat harian per sajian.

Kandungan vitamin A dalam mangga tidak hanya menjaga kesehatan kulit ibu. Nutrisi ini juga krusial untuk perkembangan retina dan kemampuan melihat janin.

Hasil penelitian menunjukkan vitamin A turut memperkuat daya tahan tubuh ibu terhadap infeksi dan memperbaiki jaringan pascapersalinan.

Kram kaki sering dialami ibu hamil akibat ketidakseimbangan elektrolit. Kalium dalam mangga berfungsi menjaga keseimbangan cairan dan mengatur kontraksi otot.

Dokter spesialis kebidanan dan ginekologi, Ashwini Nabar, mengingatkan bahwa mengonsumsi satu atau dua potong kecil mangga dalam sehari umumnya aman. “Tetapi mengonsumsi terlalu banyak mangga muda, terutama yang sangat mentah, dapat menyebabkan keasaman (acidity), perut mulas, gangguan pencernaan, atau iritasi tenggorokan,” ujarnya.

Yang kerap luput dari perhatian adalah risiko dari mangga yang tidak dicuci bersih. Kulit mangga bisa mengandung residu pestisida, bakteri E. coli, atau Salmonella.

Infeksi bakteri ini berbahaya bagi ibu dan janin. Karena itu, cucilah mangga dengan air mengalir sebelum dikupas. Pilih buah yang kulitnya tidak rusak dan matang alami, tanpa bahan kimia pematang buatan.

Mangga muda atau mentah memiliki tingkat keasaman tinggi. Ini bisa memicu atau memperparah gejala GERD yang rentan terjadi saat hamil. Getah mangga muda juga mengandung lateks yang dapat menjadi iritan saluran cerna. Jika ingin mengonsumsi mangga muda karena ngidam, batasi hingga 2-3 potong per hari.

Mangga olahan seperti manisan atau keripik buah sebaiknya dihindari. Produk ini biasanya mengandung pemanis buatan, pengawet, dan pewarna tambahan. Kandungan gula tinggi dalam manisan juga meningkatkan risiko diabetes gestasional dan kenaikan berat badan berlebih.

Bagi ibu hamil dengan diabetes gestasional atau riwayat alergi mangga, konsultasi ke dokter kandungan menjadi langkah wajib.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!