Suasana pelatihan Kick Off Journalism Camp 2026 di Bali United Cafe, Gianyar, dengan narasumber Nandang P. Sidik memberikan materi di hadapan peserta/Foto: Panpel Kick Off Journalism Camp 2026 Indoragamnewscom, BALI-Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara jurnalis olahraga bekerja. Jika dahulu seorang wartawan sepak bola hanya dituntut mampu menulis laporan pertandingan untuk media cetak atau portal berita, kini mereka juga harus mampu memproduksi berbagai bentuk konten digital secara cepat dan akurat.

Topik tersebut menjadi fokus utama dalam pelatihan “Kick Off Journalism Camp 2026, Dari Stadion ke Ruang Redaksi” yang digelar Komunitas Jurnalis Sepak Bola Nusantara di Bali United Cafe, Kamis lalu (25/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Nandang P. Sidik, praktisi media sekaligus mantan Media Officer Persikabo 1973 (2017-2025).
Dalam materi “Dari Tribun ke Redaksi, Teknik Peliputan dan Produksi Konten Sepak Bola Era Digital”, Nandang menjelaskan bahwa peliputan pertandingan profesional memiliki prosedur ketat.

“Akreditasi merupakan pintu masuk utama bagi media untuk mendapatkan akses peliputan. Tanpa akreditasi resmi, seorang jurnalis tidak akan memperoleh hak akses ke area-area kerja media di stadion,” jelasnya.
Menurutnya, proses peliputan dimulai jauh sebelum hari pertandingan melalui pengajuan akreditasi ke operator kompetisi. Nandang memaparkan alur baku yang wajib dipatuhi jurnalis: akreditasi media ke PSSI/LIB, persetujuan klub tuan rumah, pengambilan ID card media, masuk stadion sesuai zona, peliputan pertandingan, mixed zone pasca laga, konferensi pers resmi pelatih, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik.
Ia menegaskan bahwa setiap kategori media memiliki area kerja berbeda. Wartawan tulis umumnya bekerja dari tribun media untuk mengamati jalannya pertandingan.
“Tanpa registrasi dan ID resmi, wartawan tidak diperbolehkan masuk stadion. Itu bukan untuk mempersulit media, tetapi merupakan bagian dari regulasi kompetisi profesional,” tegasnya.
Pengalaman panjang Nandang sebagai Media Officer juga memberikan gambaran mengenai peran strategis media officer sebagai penghubung antara klub, pemain, pelatih, operator, dan wartawan.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh mulai dari akreditasi hingga pengolahan informasi menjadi produk jurnalistik berkualitas.




