Nasim Khan Minta Pemerintah Intervensi Harga Minyak Goreng, Operasi Pasar Jadi Solusi Jangka Pendek

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
News - 25 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, mendesak pemerintah segera mengendalikan harga minyak goreng yang terus merangkak naik di sejumlah daerah. Kenaikan ini tidak bisa dianggap sepele karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok yang digunakan hampir di setiap rumah tangga.

“Pemerintah harus mampu mengendalikan harga minyak goreng. Kami mendapat laporan adanya kenaikan harga di pasaran, ini harus segera direspons cepat,” ujar Nasim dikutip Sabtu(25/4/2026).

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), harga rata-rata minyak goreng nasional pada pekan ketiga April 2026 naik dari Rp19.358 per liter menjadi Rp19.592 per liter.

Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 22 April 2026 juga menunjukkan harga minyak goreng sawit kemasan premium mencapai Rp21.827 per liter, naik 0,14 persen dari hari sebelumnya, sementara minyak goreng curah naik menjadi Rp19.501 per liter.

Kenaikan harga minyak goreng premium dalam sebulan terakhir mencapai 2,3 persen secara nasional, dengan kenaikan tertinggi terjadi di DI Yogyakarta (5,8 persen), Nusa Tenggara Barat (5,6 persen), dan Sulawesi Tenggara (5,2 persen).
Sementara itu, harga minyak goreng curah tercatat naik 2,9 persen secara bulanan.

Nasim menilai kenaikan ini akan langsung menekan pengeluaran masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. “Kenaikan harga ini akan langsung menekan pengeluaran masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak lanjutan terhadap sektor usaha kecil, khususnya UMKM kuliner. Biaya produksi yang meningkat berpotensi menekan margin keuntungan pelaku usaha. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memicu kenaikan harga makanan di pasaran serta menurunkan daya beli masyarakat.

“Efek berantai bisa terjadi, mulai dari penurunan omzet UMKM hingga meningkatnya potensi inflasi bahan pangan,” tambah politisi Fraksi PKB ini.

Menteri Perdagangan Budi Santoso sebelumnya menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak goreng kemasan premium bukan disebabkan kelangkaan pasokan, melainkan dampak dari kenaikan harga bahan baku plastik untuk kemasan.

“Pasokan minyak goreng nasional masih aman. Memang salah satu imbas kenaikan itu karena harga plastik,” ujar Budi di Jakarta.

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra juga mengonfirmasi bahwa kenaikan harga biji plastik memengaruhi biaya produksi minyak goreng kemasan premium. Dominasi penggunaan plastik dalam kemasan membuat komoditas ini sensitif terhadap fluktuasi harga bahan baku plastik.

Sebagai solusi jangka pendek, Nasim mendorong pemerintah untuk segera menggelar operasi pasar guna menjaga stabilitas harga. Selain itu, pemerintah diminta memastikan distribusi minyak goreng tetap lancar agar masyarakat dapat memperoleh harga yang terjangkau.

“Operasi pasar bisa menjadi solusi jangka pendek untuk menstabilkan harga. Pemerintah harus memastikan distribusi lancar dan harga tetap terjangkau agar masyarakat tidak semakin terbebani,” tegasnya.

“Pemerintah harus hadir untuk menjaga keseimbangan harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

7 days ago
2 weeks ago
1 month ago
1 month ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!