Nasi Tutug Oncom Tasimalaya/Foto: WikipediaIndoragamnewscom-Tasikmalaya, kota di tenggara Jawa Barat, dikenal sebagai Mutiara Priangan Timur karena perbukitannya yang menawan. Kota ini dijuluki juga Delhi Van Java, dengan sekitar 3.647 bukit yang menyerupai lanskap kota Delhi di India.

Selain pemandangan alam, Tasikmalaya terkenal dengan Gunung Galunggung yang meletus besar pada 1822 M, sentra kerajinan payung dan sandal geulis, serta kuliner khas nasi tutug oncom.
Nasi tutug oncom terdiri dari nasi hangat yang disajikan dengan oncom berbumbu kencur. Kata “tutug” dalam bahasa Sunda berarti “tumbuk”, merujuk pada proses pengolahan oncom.
Oncom ditumbuk kasar, dijemur sehari di bawah sinar matahari, lalu dibumbui bawang merah, bawang putih, kencur, sedikit gula dan garam sebelum dimasak atau dibakar. Setelah matang, oncom dibakar atau disangrai, ditumbuk hingga halus, dan ditaburkan di atas nasi hangat.

Sensasi rasa gurih dan asin nasi tutug oncom semakin nikmat dengan sambal goang yang terbuat dari cabai rawit hijau, garam, dan bumbu penyedap. Lauk pelengkap seperti ayam goreng, telur dadar, ikan asin, serta lalapan mentimun menambah kenikmatan. Taburan bawang goreng di atasnya menambah aroma dan cita rasa.
Sejarah nasi tutug oncom menunjukkan makanan ini awalnya hidangan rakyat kelas bawah pada era 1940-an, saat kondisi ekonomi sulit dan masyarakat tidak mampu membeli beras. Nasi dicampur oncom untuk menambah porsi. Oncom sendiri terbuat dari ampas tahu atau bungkil kacang tanah yang difermentasi, kaya karbohidrat dan protein.
Kini, nasi tutug oncom telah naik kelas dan bisa dinikmati hangat di rumah bersama keluarga. Menikmati kuliner ini langsung di Tasikmalaya menambah pengalaman, karena keindahan ribuan bukit di sekitarnya menghadirkan sensasi tersendiri.






