Penundaan Distribusi Makan Bergizi Gratis Ramadan

3 menit membaca
Nandang Permana
Nasional, News - 17 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Badan Gizi Nasional atau BGN memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis bagi para peserta didik di seluruh Indonesia.

Penghentian layanan ini bertepatan dengan periode libur Tahun Baru Imlek serta awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, penyaluran makanan siap santap baru akan kembali berjalan normal mulai 23 Februari 2026.
Penyesuaian jadwal ini menyasar periode cuti bersama pada 16 hingga 17 Februari, serta masa awal puasa yang berlangsung dari 18 sampai 22 Februari 2026.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa kebijakan ini telah diatur secara resmi melalui Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026. Aturan tersebut mencakup teknis pelayanan selama bulan Ramadan, Idul Fitri, serta libur Imlek.

Dadan menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk adaptasi operasional terhadap hari libur nasional dan tidak bersifat permanen.

“Penyesuaian pelayanan MBG pada periode hari libur dan cuti bersama dimaksud bersifat sementara dan tidak mengubah petunjuk teknis secara permanen. Setelah periode libur dimaksud berakhir, pelayanan MBG kembali mengikuti ketentuan operasional normal sesuai juknis yang berlaku,” ujar Dadan pada Selasa (17/2/2026).

Meskipun distribusi umum ditunda, BGN tetap memberikan perlakuan khusus bagi sasaran prioritas. Kelompok rentan yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dipastikan tetap mendapatkan pasokan asupan gizi tanpa terpengaruh jadwal libur keagamaan.

Dadan menjamin bahwa proses pemenuhan gizi seimbang dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama meski dalam kondisi penyesuaian jadwal.

“Pelayanan MBG pada Ramadan dan libur serta cuti bersama lebaran dan Tahun Baru Imlek tetap dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, ketertiban, serta akuntabilitas,” tuturnya.

Bagi daerah dengan mayoritas penduduk yang tidak menjalankan ibadah puasa, BGN tetap membagikan menu siap santap sesuai jadwal reguler. Sebaliknya, pada wilayah yang mayoritas penerimanya menjalankan puasa, skema pemberian asupan diubah menjadi bentuk makanan kemasan sehat.

“Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, MBG dapat diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat,” kata Dadan menambahkan.

Strategi ini diambil untuk memastikan efektivitas distribusi agar makanan yang diberikan tetap bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia selama jam puasa berlangsung.

Skenario berbeda akan diterapkan saat memasuki libur Idul Fitri pada pertengahan Maret mendatang. BGN merencanakan skema bundling atau penggabungan paket makanan kemasan sehat untuk mengantisipasi libur panjang pada 18 hingga 24 Maret 2026.

Paket tersebut akan diserahkan sekaligus pada 17 Maret untuk konsumsi maksimal tiga hari ke depan. Satuan Pelayanan Pelayanan Gizi (SPPG) diinstruksikan untuk memberikan edukasi mengenai cara penyimpanan paket tersebut agar kualitas gizi tetap terjaga.

“SPPG wajib menyampaikan edukasi singkat mengenai cara penyimpanan dan konsumsi bertahap paket bundling maksimal tiga hari, serta penegasan bahwa paket adalah khusus untuk sasaran penerima manfaat MBG,” ujar Dadan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!