Penyerahan bantuan perangkat Starlink itu diserahkan langsung kepada Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi M. Nasir yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh/Foto: Humas Kekomdigi
Indoragamnewscom, JAKARTA-Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemkomdigi RI) membantu sebanyak 20 perangkat Starlink guna mempermudah komunikasi dengan 18 kabupaten/kota yang terdampak bencana hidrometeorologi.

“Bantuan perangkat komunikasi yang kita serahkan ini sesuai dengan permintaan dari posko tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh dan telah disetujui oleh Bu Menteri Komdigi,” kata Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas 2 Banda Aceh, Luthfi di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Senin (1/12/2025).
Penyerahan bantuan perangkat Starlink itu diserahkan langsung kepada Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi M. Nasir yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.
Luthfi menjelaskan perangkat Starlink tesebut diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Aceh yang nantinya seluruhnya didistribusikan ke kabupaten/kota yang masih terkendala komunikasi. “Semoga dengan bantuan perangkat komunikasi ini dapat memudahkan komunikasi antara pemerintah daerah dengan seluruh pihak dalam pengiriman logistik dan penanganan bencana Aceh,” katanya.

Sebanyak 20 unit Starlink tersebut akan didistribusikan ke Aceh Tamiang 6 unit, Aceh Tengah 3 unit, Gayo Lues 3 unit, Aceh Tenggara 3 unit, Bener Meriah 3 unit, Pidie Jaya 1 unit. Di luar masih ada bantuan Starlink dari Telkom kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur, Pemkab Aceh Tengah, dan Pemkab Bener Meriah.
Adapun, Ketua Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi M. Nasir menyampaikan terima kasih atas bantuan perangkat Starlink dari Komdigi guna memudahkan komunikasi dengan seluruh daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Bantuan tersebut merupakan buah adanya koordinasi erat Kementerian Komdigi dengan penyelenggara layanan satelit swasta. Pihak-pihak seperti Starlink (layanan internet satelit milik SpaceX) dan PSN juga diminta untuk memperkuat downlink satelit di titik-titik yang paling terdampak bencana.
Kerja sama ini diperkuat dengan fakta bahwa sebelumnya Starlink telah menunjukkan inisiatif dengan menggratiskan akses internet selama 30 hari penuh bagi seluruh pelanggannya yang terdampak banjir besar di tiga provinsi Sumatra. Sinergi antara satelit pemerintah dan penyedia layanan global ini menjadi model disaster response yang efektif di Indonesia.
Posko Informasi dan Media Center
Kemkomdigi terus memastikan pemulihan konektivitas jaringan serta infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra. Selain pemulihan teknis, Kemkomdigi juga membangun sejumlah Posko sebagai Pusat Informasi dan Media Center untuk mendukung kebutuhan komunikasi darurat dan koordinasi penanganan bencana.
Di Aceh, posko dipusatkan di Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Aceh, sementara di Sumatra Barat posko berada di Komplek Kantor Gubernur Sumbar. Untuk Sumatra Utara, Posko Komdigi beroperasi di tiga titik: Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Sumut, Gelanggang Olahraga (GOR) Pandan Tapanuli Tengah, serta Posko Trauma Healing di Hamparan Perak, Deli Serdang.
Posko tersebut berfungsi sebagai ruang kerja bagi jurnalis, dukungan penyelenggaraan konferensi pers, serta pusat koordinasi lapangan bagi satuan Komdigi, operator seluler, dan para pemangku kepentingan terkait.
Selain itu, posko menjadi lokasi pemantauan jaringan telekomunikasi oleh Balai Monitoring (Balmon) di tingkat wilayah, sekaligus ruang redaksi bersama untuk penyusunan narasi, informasi publik, dan konten terkait penanganan bencana.






