Penyerang senior Persikad, Mamadou Hady Barry/Foto: Media PersikadIndoragamnews.com, BOGOR–Langkah Persikad Depok merekrut penyerang senior Mamadou Hady Barry memunculkan tanda tanya besar di tengah perjuangan tim di Championship 2025/2026.

Di usia 40 tahun, Mamadou didatangkan saat Serigala Margonda tengah membutuhkan solusi konkret di lini depan.
Kehadiran pemain asal Conakry Guinea tersebut tak lepas dari sorotan publik. Sebagian suporter mempertanyakan urgensi mendatangkan striker berusia senja, terutama ketika Persikad masih kesulitan tampil konsisten dan bersaing di papan atas klasemen.
Pelatih Persikad Depok Ahmad Zulkifli menegaskan bahwa perekrutan Mamadou bukan tanpa pertimbangan. Ia menyebut sang pemain diplot sebagai pelapis, bukan tumpuan utama.

“Kami mendatangkan Mamadou sebagai pelapis Rosalvo. Kami butuh pengalamannya, distribusi permainan, dan insting mencetak gol. Namun memang belum maksimal karena dia baru bergabung,” ujar Zulkifli, Sabtu (24/1/2026).
Namun, fakta di lapangan menunjukkan Persikad masih tumpul di lini serang. Masuknya Mamadou dinilai sebagai langkah jangka pendek, lebih mengandalkan pengalaman ketimbang aspek fisik dan mobilitas yang biasanya menurun seiring usia.
Meski demikian, Zulkifli berharap faktor pengalaman Mamadou mampu memberi dampak non-teknis, khususnya dalam membimbing pemain muda.
“Dengan pengalamannya, kami berharap dia bisa membantu pemain-pemain muda di tim,” tambahnya.
Di sisi lain, Zulkifli tak menutup mata terhadap kebutuhan mendesak akan tambahan amunisi baru.
Ia mengakui komposisi skuad saat ini masih jauh dari ideal untuk mengejar posisi papan atas.
“Bursa transfer masih terbuka. Kami akan evaluasi posisi mana yang masih kurang dan harus diperbaiki untuk menghadapi 10 laga terakhir,” tegasnya.






