Samuel Wattimena Bongkar Masalah Serap UMKM di PIK 2: Alokasi 30 Persen, Realisasi Cuma 9 Persen

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 08 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Sorotan pedas dilayangkan Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, terhadap penyerapan UMKM di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Data resmi menunjukkan realisasi yang timpang: dari alokasi ruang sebesar 30 persen untuk UMKM, yang terisi baru sekitar 9 persen atau setara 52 pelaku usaha.

“Kenapa baru 9 persen?” tanya Samuel secara retoris di Tangerang, Kamis (5/2/2026), usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII. Ia menegaskan, pemerintah harus lebih agresif memenuhi target tersebut.

Politisi PDI-Perjuangan itu secara tegas mendesak Kementerian Koperasi dan UKM untuk turun tangan. Ia menyayangkan kondisi dimana kementerian hanya melaporkan realisasi rendah tanpa aksi perbaikan yang konkret.

“Kami harus mendesak Kementerian UMKM-nya. Kalau kemudian Kementerian UMKM-nya bilang baru 9 persen yang bisa terpenuhi, itu sebetulnya kan bicara pada diri sendiri ya,” ujar Samuel.

Samuel menawarkan solusi berlapis. Pertama, ia mengusulkan kolaborasi nyata antara Kementerian Pariwisata, KemenKopUKM, dan Kemenparekraf di lapangan. Lebih dari sekadar pelatihan, ia menekankan pentingnya penyerapan produk.

“Tolong dong para UMKM ini jangan hanya difasilitasi,  tapi produknya ditampung dong, dibeli dong,” tegasnya. Ia mengusulkan pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) toko-toko besar di PIK 2 untuk membeli produk UMKM.

Gagasan visioner lain adalah menjadikan PIK 2 sebagai etalase budaya nasional. “PIK 2 ini kan bisa jadi jendela ataupun pintu untuk masuk ke daerah-daerah lainnya di Indonesia,” tuturnya. Gagasan ini disebut telah diterima positif oleh pengelola kawasan.

Di sisi lain, Samuel juga mengingatkan para pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan standar kawasan premium seperti PIK 2. Kunci masuknya bukan lagi sekadar harga murah, melainkan kualitas dan relevansi produk.

“UMKM kita juga perlu menyadarkan diri mereka apa sih yang dibutuhkan masyarakat saat ini,” ajaknya. Peningkatan kualitas menjadi prasyarat agar UMKM dapat mengisi ruang yang telah dialokasikan tersebut.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

2 weeks ago
2 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!