Tujuh Kuliner Khas Tasikmalaya yang Diburu Wisatawan

3 menit membaca
Evan Permana
News, Wisata - 10 Jul 2026

Indoragamnewscom-Tasikmalaya tidak hanya menawarkan alam pegunungan yang hijau. Kota yang dijuluki Sang Mutiara dari Priangan Timur ini menyimpan ragam sajian khas yang menjadi incaran wisatawan.

Mulai dari makanan berat hingga camilan, hampir semuanya berbahan dasar aci atau singkong yang melimpah di wilayah tersebut. Berikut tujuh kuliner yang paling populer.

Soteng, singkatan dari bakso bonteng—bonteng berarti timun dalam bahasa Sunda. Sesuai namanya, makanan ini menggabungkan bakso dengan irisan timun segar yang menciptakan sensasi gurih dan segar sekaligus.

Berbeda dari bakso pada umumnya, soteng menggunakan kerupuk mi sebagai pelengkap, bukan mi kuning atau bihun. Beberapa penjual menambahkan cilok, tulang ayam, hingga ceker untuk memperkaya rasa. Sajian ini cocok dinikmati saat hujan turun.

Citruk adalah jajanan sederhana dari tepung kanji atau tapioka yang dicampur air dan rempah, dibentuk menyerupai koin kecil, lalu digoreng hingga renyah.

Namanya merupakan singkatan dari aci ngegetruk, menggambarkan tekstur renyah dan agak keras saat digigit. Meski kini mulai jarang ditemukan, beberapa warga masih melestarikan camilan ini.

Kolontong sekilas mirip opak, namun proses pengolahannya berbeda. Kerupuk dari beras ketan ini setelah dipanggang atau digoreng dilapisi gula merah cair seperti karamel.

Rasanya manis, gurih, dan teksturnya super renyah. Karena tahan lama, jajanan ini sering dipilih sebagai oleh-oleh.

Nasi Tutug Oncom adalah hidangan legendaris yang wajib dicoba. Tutug berarti “ditumbuk” atau “dicampur” dalam bahasa Sunda. Nasi hangat diaduk dengan oncom yang dibakar dan dihaluskan bersama bumbu rempah khas Sunda.

Hidangan ini berawal dari makanan sederhana masyarakat masa sulit pada 1940-an, ketika oncom menjadi sumber protein murah. Kini, nasi tutug oncom justru menjadi primadona kuliner Tasikmalaya dan bahkan disajikan dalam penerbangan Garuda Indonesia.

Paling pas disantap bersama ayam goreng, ikan asin, tahu, tempe, dan sambal dadak.

Kupat Tahu versi Tasikmalaya punya ciri khas pada bumbu kacangnya yang kental, pedas, dan sedikit asam. Versi legendarisnya berasal dari Mangunreja, sebuah warung yang sudah berdiri sejak 1955 dan kini dikelola generasi ketiga.

Bumbu kacangnya masih memiliki buliran kacang kasar—resep turun-temurun yang membedakannya dari kupat tahu di daerah lain. Disajikan dengan ketupat padat, tahu goreng, tauge, dan taburan bawang goreng.

Cilok Goang adalah camilan dari adonan aci kenyal yang disiram kuah sambal goang—dalam bahasa Sunda berarti pedas. Bumbu goang terbuat dari cabai rawit, bawang putih, kencur, dan rempah lainnya.

Komposisinya sederhana, namun cita rasa pedasnya membuat ketagihan. Beberapa penjual menambahkan ceker ayam untuk memperkaya rasa.

Nasi Cikur memanfaatkan cikur atau kencur sebagai bumbu utama. Nasi goreng ini menggunakan kencur muda yang masih berwarna putih sehingga terasa lebih renyah dan aromanya harum.

Biasanya disajikan sebagai sarapan dengan lauk seperti telur dadar, orek tempe, kering kentang, dan sambal goang. Di Tasikmalaya, nasi cikur mulai populer pada akhir 1990-an sebagai alternatif menu di warung nasi tutug oncom.

Bagikan Disalin

IKLAN

INSTAGRAM

2 months ago
2 months ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

x
x
CLOSE ADS