Pelatih Persikad, Achmad Zulkifli/Foto: Singgih Wibowo/IndoragamnewscomIndoragamnews.com, Bogor – Persikad Depok gagal meraih angka penuh saat melakoni lanjutan Championship 2025/2026 pekan ke-21.

Bermain di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/2/2026), tim berjuluk Serigala Margonda harus mengakui keunggulan Persiraja Banda Aceh dengan skor 2-3.
Pelatih Persikad, Achmad Zulkifli, mengatakan anak asuhnya sejatinya sudah bermain sesuai skema yang dirancang. Namun, kegagalan eksekusi penalti menjadi titik balik yang memengaruhi jalannya pertandingan.
“Secara permainan sebenarnya berjalan baik, tapi kami kehilangan momentum sehingga tidak dapat mendapat angka di kandang,” ujar Achmad Zulkifli seusai laga.

Ia menilai momen penalti yang gagal dikonversi menjadi gol membuat konsentrasi pemain terganggu.
“Kegagalan penalti mempengaruhi. Ada momentum untuk bisa leading, tapi ketika penalti tidak masuk itu mempengaruhi konsentrasi anak-anak. Psikis terganggu, ingin buru-buru mencuri gol dan lengah di pertahanan. Akibatnya Persiraja mencuri dua gol,” sambungnya.
Meski demikian, Azul—sapaan karibnya—menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir. Ia menyebut enam laga tersisa ibarat partai final yang wajib dimaksimalkan demi menjauh dari ancaman degradasi.
“Memang secara posisi kita tidak beranjak dari peringkat tujuh, tapi jarak dengan PSPS semakin dekat setelah mereka mendapat satu angka. Ada enam laga dan itu final semua buat kita. Kami akan berupaya mengamankan target yaitu berada di zona tengah, tidak ada di playoff,” tegasnya.
Lebih lanjut, Achmad Zulkifli berharap bulan Maret menjadi titik kebangkitan bagi Persikad.
“Pastinya ada harapan khusus di bulan Maret agar kami dapat tiga angka dan menjauh dari zona degradasi. Kami sepakat,” pungkasnya.






