TRENDING

Makam Imam Bonjol di Minahasa: Atap Gonjong di Tengah Pemukiman, Mushola dengan Batu Sembahyang

2 menit membaca
Evan Permana
Wisata - 19 Mei 2026

Indoragamnewscom-Pada pertengahan 1837, setelah berulang kali terlibat peperangan, pemerintah kolonial Belanda akhirnya berhasil menangkap Imam Bonjol. Tokoh yang memimpin Perang Padri di Sumatra Barat itu kemudian diasingkan ke sejumlah tempat terpencil di nusantara.

Hingga akhir hayatnya, ia meninggal di tanah pengasingan, Minahasa, Sulawesi Utara, pada 6 November 1864.

Jenazah Tuanku Imam Bonjol dimakamkan di Desa Lota, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa. Pemerintah kemudian menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional untuk menghormati jasanya.
Makamnya dibangun dengan gaya arsitektur yang khas: atap berbentuk gonjong, bernuansa Minang yang kuat, namun berdiri di tengah perkampungan warga Minahasa yang mayoritas beragama Kristen.

Bangunan makam berukuran sekitar 6 x 10 meter ini juga mengandung nuansa Islam. Kaligrafi ayat Al-Qur’an menghiasi dinding bagian tengah. Di dalamnya, hanya terdapat satu pusara.

Pada nisan tertulis: Tuanku Imam Bonjol wafat dalam pengasingan pemerintah kolonial Belanda karena berperang menentang penjajahan untuk kemerdekaan tanah air, bangsa, dan negara.

Di dinding makam terpampang lukisan marmer yang menggambarkan Imam Bonjol sedang mengendarai kuda di medan peperangan.

Tidak jauh dari lokasi, dengan menuruni beberapa anak tangga, terdapat sebuah mushola yang dulu digunakan Imam Bonjol untuk beribadah selama masa pengasingan.

Keunikan mushola ini terletak pada sebuah batu besar yang menghadap kiblat. Di atas batu itulah Imam Bonjol menyepi dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Ibu Ainun, salah satu keturunan Imam Bonjol yang juga menjadi juru kunci makam, menceritakan sebuah kisah di balik pengasingan. Ketika dibuang ke Minahasa, Imam Bonjol tidak datang sendirian. Ia membawa seorang pengawal.

Pengawal itu kemudian menikah dengan gadis Minahasa yang telah memeluk Islam. Dari pernikahan itulah lahir keturunan yang masih ada hingga sekarang.

Makam Tuanku Imam Bonjol kerap dikunjungi orang dari berbagai kalangan, terutama dari luar Minahasa. Ada yang datang untuk riset, belajar sejarah, atau sekadar berziarah.

“Banyak orang datang kesini untuk penelitian dan belajar sejarah, selain ada juga yang hanya sekadar ingin berziarah,” tutur Ibu Ainun.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

4 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!