Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono/Foto:Instagra Menlu SugionoIndoragamnewscom, JAKARTA-Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi sebanyak 36 Warga Negara Indonesia telah terdaftar dalam rencana pemulangan gelombang kedua dari Teheran.
Pemerintah saat ini tengah melakukan kalkulasi mendalam terkait jadwal repatriasi dengan mempertimbangkan dinamika keamanan di perbatasan serta ketersediaan moda transportasi udara.
Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan seluruh warga negara tetap terjamin di tengah situasi geopolitik yang sulit diprediksi.

Keputusan mengenai waktu pelaksanaan evakuasi tersebut sangat bergantung pada kondisi riil di lapangan serta kesiapan jalur transit di negara tujuan berikutnya.
Koordinasi intensif dengan perwakilan diplomatik Indonesia di Teheran terus dilakukan untuk memantau setiap perkembangan keamanan demi memitigasi risiko selama perjalanan.
Adapun mekanisme pemulangan nantinya akan menyesuaikan dengan kapasitas kursi penerbangan yang tersedia agar proses evakuasi dapat berjalan efektif.

“Ini pendaftarannya baru dimulai. Jumlahnya 36 (WNI). Kapannya nanti kita bicarakan dulu, karena ada beberapa hal terkait situasinya di Taheran sendiri kemudian situasi perbatasannya kemudian situasi negara berikutnya yang kita tuju,” ujar Sugiono, Selasa (10/3/2026).
Meskipun menghadapi tantangan logistik yang kompleks, otoritas diplomatik menargetkan proses pemulangan ini dapat terealisasi dalam waktu dekat.
Sementara itu, pemerintah membuka kemungkinan untuk mengevakuasi seluruh warga secara sekaligus apabila kapasitas transportasi mencukupi.
Kendati demikian, fleksibilitas rencana tetap dipertahankan guna mengantisipasi perubahan situasi keamanan di wilayah konflik secara mendadak.
“Mudah-mudahan dalam minggu ini sudah sampai. Tergantung seat pesawatnya ada berapa kalau cukup semua sekaligus ya sekaligus semuanya,” kata Sugiono menjelaskan.
Hingga saat ini, pendaftaran bagi warga negara yang ingin ikut dalam program repatriasi masih dibuka seiring dengan pemantauan situasi di Iran secara berkala.
Pemerintah memastikan bahwa setiap tahapan evakuasi akan mengutamakan aspek keamanan tanpa mengabaikan kecepatan penanganan darurat bagi warga negara yang berada di luar negeri.







Tidak ada komentar