Pajak Tak Naik, Menkeu Purbaya: Fokus Kami Tutup Kebocoran

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 29 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Pemerintah memastikan tidak ada tarif pajak baru maupun kenaikan tarif dalam waktu dekat. Kebijakan itu diambil di tengah tekanan ekonomi global yang masih membayangi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kondisi fundamental belum cukup kuat untuk memberlakukan pajak tambahan.

“Fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan kepatuhan dan menutup kebocoran pajak, bukan menaikkan tarif,” ujar Purbaya dalam Dialog Kebangsaan Sespimti Polri di Lembang, Bandung, dikutip Rabu (29/4/2026).

Komitmen itu, katanya, sudah ia pegang sejak awal menjabat, pajak tidak akan dinaikkan sebelum ekonomi tumbuh di kisaran 6 persen.

Langkah itu ditempuh di tengah serangkaian tantangan global. Konflik geopolitik di Timur Tengah, suku bunga Amerika Serikat yang masih tinggi, serta perlambatan ekonomi dunia disebut Purbaya berdampak langsung ke dalam negeri. Tekanan pada nilai tukar rupiah, gejolak pasar keuangan, dan risiko inflasi menjadi tiga batu sandungan utama saat ini.

Indonesia memilih tidak larut dalam tekanan. Purbaya menegaskan strategi mitigasi diarahkan ke dalam: memperkuat konsumsi domestik dan investasi. “Belanja masyarakat adalah mesin terbesar pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.

Konsumsi rumah tangga memang masih menjadi tulang punggung. Data terbaru menunjukkan kontribusinya mencapai 54 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) . Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4 persen, dengan proyeksi kuartal I mencapai 5,5 persen.

Salah satu instrumen yang diandalkan adalah Satgas P2SP atau kanal debottlenecking. Hingga 22 April, satgas yang dipimpin Menkeu itu telah menerima 127 aduan dari pelaku usaha. Sebanyak 63 di antaranya sudah diselesaikan. Keluhan terbanyak soal perizinan.

“Jadi kalau ada hambatan dalam bisnis atau investasi, bisa langsung laporkan dan akan segera ditindaklanjuti oleh penegak hukum,” ujar Purbaya.

Sinergi dengan Polri disebut penting untuk menciptakan kepastian hukum hingga ke daerah-daerah. Dengan kepastian itu, pemerintah berharap sektor swasta terus bergerak. Sebab, di tengah ketidakpastian global, rumah tangga dan pelaku usahlah yang selama ini terbukti menahan guncangan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

4 weeks ago
4 weeks ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!