Gunung Botak Dibersihkan, 16 WNA China Diamankan

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 03 Mei 2026

Indoragamnewscom, MALUKU-Bukan hanya tambang ilegal yang jadi sasaran. Praktik prostitusi dan peredaran miras ikut disapu. Operasi terpadu di kawasan Gunung Botak, Pulau Buru, Maluku, yang berlangsung 27 April hingga 14 Mei 2026, membongkar ekosistem hitam di balik penambangan emas tanpa izin (PETI).

Sebanyak 16 warga negara asing asal China diamankan dalam operasi tersebut. Mereka diduga terlibat langsung dalam aktivitas pertambangan ilegal di kawasan yang sejak 2011 dikenal sebagai pusat demam emas ilegal itu . Selain itu, petugas juga menemukan lokasi penjualan minuman keras (miras) dan praktik prostitusi di area base camp serta lokasi pemurnian emas.

Sebelum operasi digelar, Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Richard Tampubolon bersama Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melakukan peninjauan udara pada 13 April 2026 . Peninjauan itu juga didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudy Irmawan, menandakan persoalan Gunung Botak telah masuk radar penegakan hukum lintas sektor.

Operasi diperkuat Tim Terpadu Provinsi Maluku bersama unsur Satuan Tempur, Bantuan Tempur, dan Satuan Teritorial jajaran Kodam XV/Pattimura dari Pulau Buru dan Pulau Ambon. Tim melakukan pengosongan lahan tambang ilegal serta penyisiran menyeluruh. Seluruh WNA China yang diamankan kini telah diserahkan ke pihak imigrasi untuk proses lebih lanjut.

Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Tri Winarto menegaskan operasi ini bukan sekadar pengosongan lahan. “Kami tidak hanya melakukan pengosongan lahan, tetapi melakukan pembersihan total terhadap segala bentuk penyakit masyarakat yang menyertainya,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).

“Temuan 16 warga negara asing asal China di lokasi tambang dan adanya praktik prostitusi serta peredaran miras menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini jika dibiarkan. Ini bukan sekadar masalah ekonomi, ini adalah masalah stabilitas keamanan dan integritas negara,” tegas Doddy.

Mayjen Doddy Tri Winarto sendiri baru menjabat sebagai Pangdam XV/Pattimura pada April 2026, menggantikan Mayjen Putranto Gatot Sri Handoyo. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Dansatgas PKH Garuda yang bertugas menertibkan aktivitas ilegal di kawasan hutan.

Doddy menekankan pentingnya penataan kawasan tambang secara legal dan berkelanjutan. “Bersama jajaran Pemprov Maluku, kami berkomitmen untuk menata kembali kawasan Gunung Botak. Penertiban ini adalah langkah nyata kita dalam menyelamatkan aset kekayaan alam Maluku dari eksploitasi ilegal yang merusak,” ujarnya.

“TNI hadir untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah agar pengelolaan sumber daya alam dapat beralih ke jalur resmi, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat Maluku secara legal,” imbuh Pangdam.

Gunung Botak telah lama menjadi masalah. Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan kadar merkuri di Sungai Waekase mencapai 0,05 mg/L—50 kali lipat ambang batas aman WHO . Penggunaan merkuri dan sianida yang tak terkendali sejak penemuan emas pada 2011 telah mencemari sungai, merusak ekosistem, dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

12 hours ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago
1 month ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!