Paralayang Gunung Panten Majalengka: take-off 1.300 mdpl, view Gunung Ciremai/Foto: Disparbud JabarIndoragamnewscom-Sejak 2010, para penerbang gantole dan paralayang mulai melirik sebuah bukit di perbatasan Desa Sidamukti dan Kelurahan Munjul, Kecamatan Majalengka . Kini, bukit itu bernama Gunung Panten. Warga setempat menyebutnya Gunung Paralayang.

Take-off point berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Dari sana, Gunung Ciremai yang berdiri kokoh di timur Kabupaten Majalengka terlihat utuh. Hamparan sawah, pepohonan, dan pemukiman warga membentang di bawah.
Dua kejuaraan nasional paralayang dan satu kejuaraan nasional gantole pernah digelar di tempat ini. Prestasi tertinggi diraih pada 2018. Paralayang Gunung Panten dinobatkan sebagai juara pertama kategori Wisata Olahraga dan Petualangan Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2018.
Menteri Pariwisata saat itu memberikannya langsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Plt Bupati Majalengka Karna Sobahi saat itu mengatakan, penilaian itu tak lepas dari lokasi yang strategis dan tingkat keselamatannya.

Atlet internasional pun mulai datang. Sekitar 20 atlet aktif berlatih di sini, lima di antaranya pernah menjuarai kejuaraan tingkat nasional. Pelatihnya berkualifikasi nasional dan internasional.
Bagi wisatawan pemula yang ingin mencoba, tersedia layanan paralayang tandem. Pelatih Tata Arsidi mengatakan, lonjakan pengunjung terjadi terutama saat libur panjang. Rata-rata wisatawan datang dari Jakarta, Bandung, Cirebon, dan Kuningan.
“Awalnya takut, tapi setelah mencoba justru ingin menambah penerbangan,” ujar Tata saat ditemui di lokasi.
Pengelola menawarkan dua paket. Tarif Rp450 ribu per orang untuk sekali terbang, sudah termasuk transportasi dari area pendaratan kembali ke titik lepas landas. Jika ingin direkam dengan kamera aksi, biayanya Rp700 ribu per penerbangan.
Durasi terbang berkisar 3 hingga 5 menit. Sangat bergantung pada kondisi cuaca dan angin. “Kalau cuaca bagus bisa lebih lama, tapi tetap bergantung pada kondisi angin,” kata Tata.
Kawasan ini buka setiap hari, pukul 09.00 hingga 17.00 WIB . Tiket masuk hanya Rp7 ribu per orang. Selain paralayang, tersedia wahana lain: ATV, flying fox, paintball, dan outbound.
Pada malam hari, area ini berubah. Lampu berbentuk hati menyala di beberapa sudut . Pengunjung bisa menikmati kerlip lampu Kota Majalengka dari ketinggian.




Tidak ada komentar