Rumah-rumah tradisional Sunda berderet di Kampung Naga dengan atap ijuk dan bilik bambu, dikelilingi rimbunnya pepohonan dan lereng bukit/Foto: WikipediaIndoragamnewscom-Kabupaten Tasikmalaya menyimpan lebih dari sekadar Nasi Tutug Oncom yang melegenda. Wilayah yang berbatasan dengan Samudra Hindia di selatan dan Kabupaten Garut di barat ini juga dikenal sebagai pusat keagamaan dengan lebih dari 800 pesantren.

Tapi yang tak kalah menarik, bentang alamnya menawarkan kampung adat hingga kawah gunung tanpa bau belerang.
Di Kecamatan Salawu, tepatnya di Desa Neglasari, berdiri Kampung Naga. Pemukiman warga ini masih menjunjung tinggi adat istiadat Sunda dengan arsitektur rumah yang seragam: mulai dari bahan bangunan hingga arah menghadapnya. Seperti Desa Kanekes milik masyarakat Badui, Kampung Naga kerap menjadi objek kajian antropologi tentang masa transisi dari pengaruh Hindu ke Islam di Jawa Barat.
Sepanjang tahun, beragam upacara digelar, mulai dari Menyepi, Hajat Sasih, hingga upacara perkawinan. Masyarakat setempat melaksanakan upacara menyepi setiap Selasa, Rabu, dan Sabtu.

Pengunjung yang datang wajib melapor ke kuncen, juru kunci kampung. Warga Kampung Naga tidak menginginkan tempatnya dikomersialkan sebagai objek wisata massal, meski tetap membuka gerbang untuk kegiatan penelitian. Beberapa area dilarang dikunjungi dan difoto—aturan yang harus dihormati siapa pun yang datang.
Dari budaya, beralih ke geologi. Gunung Galunggung menjulang 2.167 meter di atas permukaan laut, terletak sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Tasikmalaya.
Gunung berapi yang pernah meletus dahsyat di masa lalu ini kini menawarkan pemandangan yang berbeda: air danau di dalam kawahnya jernih dan tidak berbau belerang, sebuah keistimewaan yang jarang ditemukan di gunung berapi lain di Indonesia. Selain kawah, kawasan ini juga memiliki Curug Agung Galunggung, pemandian air panas, kolam renang, dan Deck View yang ramai dikunjungi wisatawan.
Untuk menikmati pesisir selatan, setidaknya ada lima pantai populer di kabupaten ini: Pantai Cipatujah, Sindangkerta, Karang Tawulan, Pamayang, dan Padabumi. Pantai Cipatujah yang berpasir putih ramai didatangi pemancing pada akhir pekan.
Sementara Pantai Sindangkerta dikenal sebagai habitat makhluk laut unik, termasuk ikan hias dan penyu laut . Lanskap Karang Tawulan kurang lebih serupa dengan Sindangkerta, dengan tambahan Pulau Nusa Manuk—sebuah pulau kecil yang menjadi habitat burung.
Air terjun atau curug juga tersebar di beberapa titik. Curug Dengdeng memiliki tiga tingkatan dengan ketinggian berbeda. Curug Panetean dijuluki air terjun dengan jacuzzi alam karena volume airnya yang tenang dan dangkal di musim kemarau, cukup aman untuk direnangi.
Curug Badak dan Curug Batu Hanoman berada dalam satu lokasi, sehingga bisa dikunjungi dalam satu kesempatan tanpa perlu berpindah jauh.
Yang tak ketinggalan, Kabupaten Tasikmalaya juga dikenal dengan kerajinan anyamannya. Jika ingin menghias rumah dengan dekorasi anyaman, dari tikar hingga pajangan dinding, pasar tradisional di sepanjang jalan utama menawarkan berbagai pilihan.
Beberapa kawasan di Tasikmalaya juga memiliki destinasi lain yang mulai populer, seperti Hutan Pinus Karangresik, Batu Mahpar, Tonjong Canyon, hingga Cipanas Cipatujah yang menyuguhkan pemandian air panas alami.







Tidak ada komentar