B50 Mulai Mengalir di 57 Persen SPBU, Target Tuntas Oktober

1 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 11 Jul 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Program mandatori biodiesel B50 resmi diluncurkan dan telah menjangkau 3.696 dari 6.412 SPBU Biosolar di seluruh Indonesia.

Pemerintah memberikan masa transisi hingga 30 September 2026 bagi badan usaha yang masih memiliki stok B40.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengumumkan capaian distribusi ini dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Kamis (9/7/2026).

Kebijakan ini diperkuat Keputusan Menteri ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang mewajibkan pencampuran biodiesel 50 persen ke dalam solar.

Badan usaha penyedia BBM masih memiliki waktu menghabiskan sisa stok biodiesel B40. Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi menjelaskan, Pertamina memerlukan waktu sekitar dua bulan, sementara 34 badan usaha swasta lainnya membutuhkan hingga tiga bulan.

“Setelah transisi, semuanya sudah pakai B50,” ujar Bahlil dikutip Sabtu (11/7/2026).

Dengan kebijakan ini, Indonesia secara resmi menghentikan impor solar untuk pertama kalinya. Negara yang sebelumnya mengimpor 3-4 juta kiloliter solar per tahun kini memenuhi kebutuhan dari pasokan dalam negeri.

Distribusi B50 masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Jawa Barat mencatat penetrasi tertinggi dengan 96,1 persen SPBU, disusul Jawa Tengah 95,1 persen, dan Jawa Timur-Bali-Nusa Tenggara 73,3 persen.

Sumatra bagian utara mencapai 63,6 persen, sementara Kalimantan baru 3 persen dan Sumatra bagian selatan 11 persen. Papua dan Maluku belum memulai penyaluran sama sekali.

Bagikan Disalin

IKLAN

INSTAGRAM

2 months ago
2 months ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

x
x
CLOSE ADS