Yamal Peringatkan Prancis Jelang Semifinal Piala Dunia 2026: Kamilah yang Selalu Menyingkirkan Kalian

3 menit membaca
Gregah Nurikhsani
News, Olahraga - 11 Jul 2026

Indoragamnewscom – Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Belgia dengan skor 2-1 di SoFi Stadium, California, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB. Di ujung laga yang penuh tensi itu, Lamine Yamal langsung menyampaikan pesan tegas kepada Prancis yang menunggu di babak empat besar.

Yamal tidak membutuhkan banyak kata untuk membuat pernyataannya terasa tajam. Pemain Barcelona berusia 18 tahun itu mengingatkan Prancis bahwa catatan pertemuan kedua tim dalam dua tahun terakhir sepenuhnya berpihak kepada La Roja, dan itu bukan kebetulan yang bisa diabaikan begitu saja.

“Saya rasa, jika ada yang harus ditakuti Prancis, tim itu adalah kami, menurut pendapat saya. Kamilah yang menyingkirkan mereka sebelumnya,” ujar Yamal seusai laga kontra Belgia, dikutip dari AP.

Pernyataan itu bukan omong kosong. Spanyol sudah dua kali menumbangkan Prancis di fase semifinal dalam dua tahun terakhir, yakni di Euro 2024 dengan skor 2-1 dan di UEFA Nations League 2025 dengan skor dramatis 5-4. Kedua momen bersejarah itu punya satu kesamaan lain yang tidak bisa diabaikan, yakni Yamal selalu mencetak gol di dalamnya, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai pesepak bola termuda yang mencetak gol dalam kompetisi antarnegara di Eropa.

Kini di panggung terbesar yang ada, Piala Dunia, Yamal kembali berhadapan dengan Prancis dalam momen paling menentukan. Bagi pemain yang akan merayakan ulang tahun ke-19-nya pada hari Senin ini, semifinal Piala Dunia adalah panggung yang tampaknya sudah ia persiapkan sepanjang hidupnya.

Yamal sangat antusias menghadapi duel ini, namun ia juga tidak meremehkan kualitas lawan. Ia menegaskan bahwa Spanyol dan Prancis adalah dua tim yang sejajar di level tertinggi sepak bola dunia, dan laga di antara keduanya selalu menjanjikan tontonan berkelas.

“Kami tidak takut pada siapa pun. Jelas bahwa kami adalah dua tim hebat, tim nasional kelas dunia, dan bagi saya mereka adalah salah satu yang terbaik. Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti,” kata Yamal.

Di Piala Dunia pertamanya ini, Yamal baru mengemas satu gol tanpa assist dari 10 tembakan tepat sasaran yang ia lepaskan sepanjang turnamen. Angka itu mungkin terlihat sederhana untuk ukuran pemain yang namanya disebut di antara kandidat Ballon d’Or termuda, namun dampak nyata Yamal di lapangan jauh melampaui statistik yang tertulis di atas kertas.

Kreativitas dan pergerakan aktifnya di sisi kanan lini serang La Roja selalu menjadi sumber masalah bagi lawan di hampir setiap pertandingan. Melawan Belgia pun demikian, Yamal terlibat langsung dalam skema yang berujung pada gol pertama Spanyol, bermula dari kerja sama apiknya dengan Pedro Porro yang akhirnya berujung pada sambaran Fabián Ruiz memanfaatkan bola muntah dari tendangan Dani Olmo.

Yamal juga tidak segan mengungkapkan frustrasinya terhadap cara lawan-lawan Spanyol memilih untuk bermain selama turnamen ini berlangsung. Bagi Yamal, kemenangan demi kemenangan yang diraih La Roja justru menjadi bukti bahwa pendekatan defensif lawan tidak pernah benar-benar mampu menghentikan Spanyol.

“Saya pikir kami bermain jauh lebih baik daripada Belgia. Tampaknya kami memainkan sepak bola yang sangat indah, tetapi kenyataannya, tidak ada tim yang bermain melawan kami dengan posisi seimbang,” tutur Yamal. “Semua orang bermain bertahan, dan itu membuat segalanya menjadi lebih sulit. Tidak ada yang berani bermain terbuka melawan kami. Namun pada akhirnya, kami berhasil mengamankan kemenangan.”

Spanyol kini menunggu Prancis di semifinal dengan keyakinan dan rekam jejak yang berbicara lebih keras dari kata-kata manapun. Dan Yamal, pemuda yang belum genap 19 tahun, sudah siap untuk kembali menuliskan bab berikutnya dalam persaingan yang kini terasa seperti rivalitas pribadi antara dirinya dan tim berjuluk Les Bleus itu.

Bagikan Disalin

IKLAN

INSTAGRAM

2 months ago
2 months ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

x
x
CLOSE ADS