Bupati Seruyan minta PLN percepat pemerataan listrik hingga wilayah terpencil. Rasio elektrifikasi Seruyan baru 78,5 persen, 42 desa belum optimal teraliri listrik/Foto: MMC KaltengIndoragamnewscom, SERUYAN-Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda melakukan audiensi dengan PT PLN (Persero) di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (9/4/2026), guna mempercepat pembangunan sektor ketenagalistrikan dan meningkatkan rasio elektrifikasi di Kabupaten Seruyan.

Fokus utama pertemuan tersebut adalah pemerataan akses listrik, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil, agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil.
“Kami berharap adanya percepatan dalam pemerataan akses listrik, khususnya di daerah-daerah terpencil, agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara adil,” ujar Ahmad Selanorwanda dikutip Sabtu (11/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Seruyan juga memaparkan kondisi eksisting infrastruktur kelistrikan daerah yang dinilai masih memerlukan perhatian dan penguatan.

Kabupaten Seruyan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah dengan luas wilayah 16.404 km². Berdasarkan data Dinas Kominfo Seruyan, rasio elektrifikasi kabupaten ini pada 2025 baru mencapai 78,5 persen, masih di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 89 persen. Sebanyak 42 desa dari total 97 desa di Seruyan belum teraliri listrik secara optimal.
Bupati menegaskan, pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk memperluas jangkauan layanan listrik hingga ke pelosok desa. Selain membahas pengembangan jaringan baru, audiensi ini juga membahas tindak lanjut pemanfaatan aset hibah lahan seluas kurang lebih 2 hektare yang diberikan Pemkab Seruyan kepada PT PLN pada tahun 2012.
Lahan yang awalnya direncanakan untuk PLTU tersebut kini telah sukses dialihfungsikan menjadi gardu induk.
“Kami mengapresiasi pemanfaatan aset tersebut yang kini telah memberikan manfaat nyata bagi penguatan sistem kelistrikan di wilayah kami,” tambahnya.
PT PLN sendiri telah memiliki program prioritas percepatan elektrifikasi di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), yang diantaranya mencakup pembangunan jaringan listrik baru, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat, serta substitusi BBM dengan energi baru terbarukan.
Pemkab Seruyan berharap pembangunan infrastruktur kelistrikan dan optimalisasi aset yang ada dapat berjalan beriringan.
“Sinergi ini sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seruyan secara berkelanjutan,” katanya.







Tidak ada komentar