Dedi Mulyadi Jemput Langsung Korban Perdagangan Orang Maumere

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Daerah, News - 24 Feb 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Evakuasi belasan warga Jawa Barat yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, memasuki babak baru.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan penjemputan langsung untuk memastikan para korban dalam kondisi sehat sebelum dipulangkan ke daerah asal.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah daerah terhadap kerentanan warga yang terjebak dalam eksploitasi di luar pulau, sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi mereka yang berhasil diselamatkan dari rumah aman.

Para korban diterbangkan menggunakan pesawat Susi Air dari Bandara Frans Seda menuju Labuan Bajo sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

“Sekarang para korban sudah berada di Labuan Bajo,” kata Dedi Mulyadi, Senin (23/2/2026).

Penjemputan ini, menurut dia, bertujuan untuk memastikan hak-hak dasar warganya terpenuhi pasca-trauma yang dialami.

“Dalam rangka memastikan yang 13 korban ini dalam keadaan sehat, dalam keadaan selamat, dan dalam keadaan baik. Sehingga mereka bisa kembali ke Jawa Barat,” tuturnya.

Kendati proses pemulangan sedang berjalan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa diskursus mengenai kasus ini tidak akan berhenti di meja perdamaian.

Penjemputan tersebut justru dicanangkan sebagai momentum untuk memperkuat penegakan hukum terhadap para pelaku perdagangan manusia. Dalam upaya ini, Pemerintah Provinsi menggandeng Direktorat PPA dan PPO Polda Jabar serta tim kuasa hukum guna mengawal perkara hingga ke persidangan.

Sementara itu, kolaborasi lintas daerah terlihat dengan hadirnya Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dalam proses evakuasi tersebut.

Dedi Mulyadi menekankan bahwa kesaksian para korban akan menjadi instrumen penting dalam melengkapi berkas perkara di kejaksaan.

“Proses hukumnya tetap berlanjut. Dan mereka memiliki kesiapan untuk terus mengikuti proses penanganan perkara ini. Dari mulai penyelidikan, sekarang sudah penyelidikan, penetapan tersangka,” ujar pria yang akrab disapa KDM itu.

Di sisi lain, pendampingan pasca-trauma dan rehabilitasi sosial menjadi prioritas utama bagi para korban yang telah diamankan di safe house Tim Relawan Kemanusiaan Untuk Flores (TRUK-F).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk memberikan bantuan hukum maupun psikologis hingga seluruh persoalan tuntas.

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersedia melakukan pendampingan sampai masalah ini selesai,” ucap Dedi menegaskan posisi pemerintah terhadap warganya.

Kasus ini mencuat ke publik setelah 13 perempuan asal Jawa Barat dilaporkan mengalami serangkaian kekerasan, pelecehan seksual, hingga ancaman fisik saat bekerja di sebuah tempat hiburan malam di Maumere.

Mereka diduga dipaksa bekerja di luar kontrak awal yang dijanjikan, sebuah pola klasik dalam sindikat perdagangan orang yang menyasar kelompok rentan untuk dieksploitasi di sektor hiburan malam.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

1 week ago
3 weeks ago
4 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!