Ekspor Listrik ke Singapura Jangan Korbankan Kebutuhan Domestik

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 07 Jul 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno mengingatkan pemerintah agar rencana ekspor listrik energi terbarukan ke Singapura tidak mengorbankan kebutuhan energi dalam negeri.

Menurutnya, pemenuhan pasokan listrik nasional harus menjadi prioritas sebelum peningkatan ekspor dilakukan.

Eddy menyambut positif peluang ekspor listrik dari tenaga surya ke Singapura. Ia menilai kerja sama ini berpotensi meningkatkan devisa negara sekaligus menunjukkan kemampuan Indonesia sebagai eksportir energi bersih.
Proyek ekspor dengan kapasitas 3,4 gigawatt hingga 2035 ini diperkirakan dapat menghasilkan tambahan devisa hingga US$4,2 miliar per tahun.

“Yang akan diekspor adalah listrik dari energi terbarukan, yaitu tenaga surya. Peluang mendapatkan devisa dari penjualan listrik cukup besar karena harga yang diberikan pembeli dari Singapura relatif lebih tinggi. Ini menguntungkan Indonesia sekaligus menunjukkan kemampuan kita melakukan ekspor energi,” ujar Eddy kepada Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Politisi Fraksi PAN itu menambahkan, peluang tersebut dapat menjadi pemicu berkembangnya proyek-proyek energi terbarukan lainnya, termasuk pembangkit listrik panas bumi yang berorientasi ekspor.

Pengembangan sektor tersebut dinilainya akan menciptakan lapangan kerja hijau dan memperkuat industri hijau nasional.

Meski demikian, Eddy menegaskan ekspor listrik tidak boleh mengorbankan kebutuhan energi masyarakat di dalam negeri.

Ia menilai pemerintah harus memastikan pasokan listrik nasional tetap aman sebelum meningkatkan ekspor ke luar negeri.

“Jangan sampai ekspor mendahului kebutuhan dalam negeri. Kita harus memastikan kebutuhan listrik nasional terpenuhi terlebih dahulu, baru kemudian menggenjot ekspor,” tegasnya.

Selain itu, Eddy juga mengingatkan agar proyek energi terbarukan mampu memberikan nilai tambah bagi industri nasional melalui peningkatan kemampuan manufaktur dalam negeri.

Dengan demikian, kebutuhan pengembangan pembangkit tidak bergantung pada produk impor.

Isu ekspor listrik ke Singapura mencuat setelah pemerintah Indonesia dan Singapura menjajaki kerja sama ekspor listrik rendah karbon. Saat ini, Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Danantara sebagai pelaksana utama perdagangan listrik lintas batas dengan Singapura.

Namun, proses negosiasi masih menghadapi kendala terkait skema harga jual. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui negosiasi harga masih berlangsung karena kesepakatan yang saling menguntungkan belum tercapai.

Bagikan Disalin

IKLAN

INSTAGRAM

2 months ago
2 months ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

x
x
CLOSE ADS