Habib Aboe: Peredaran Narkoba di Bali Kini Sistem MLM

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 11 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsyi menyebut peredaran narkoba di Bali telah berubah. Tidak lagi sederhana.

“Peredaran narkoba ini sudah seperti sistem MLM. Ada level bandar, manajer lapangan, sampai pengedar di tingkat desa,” ujarnya di sela kunjungan kerja ke Lapas Narkotika Bangli, Jumat (10/4/2026).

Ia menilai struktur berjenjang itu membuat peredaran narkoba semakin masif. Keuntungan ekonomi yang besar menjadi pendorong utamanya. “Ini bisnis dengan perputaran uang yang sangat besar. Tidak heran kalau peredarannya semakin meluas,” katanya.

Pernyataan itu diperkuat data dari kepolisian. Sepekan sebelumnya, Subdit IV Ditipidnarkoba Bareskrim Polri membongkar praktik peredaran narkoba di karaoke Delona Vista, Denpasar. Tujuh orang ditangkap. Perannya berlapis: waiter, pengedar, kasir, hingga manajemen.

“Pemesanan dilakukan melalui pelayan, diteruskan ke pengedar, pembayaran dikelola kasir, dan barang diserahkan langsung di dalam room,” ungkap Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Jumat (10/4/2026).

Praktik itu disebut telah berlangsung sejak 2023. Aparat memperkirakan pengungkapan ini menekan potensi peredaran hingga 21.600 butir ekstasi per tahun dengan nilai ekonomi Rp21,6 miliar.

Habib Aboe memberi perhatian khusus pada potensi pengendalian jaringan dari dalam lapas. Ia menilai sinergi lintas lembaga menjadi kunci. “Harus ada kolaborasi kuat antara BNN dan lapas. Jangan sampai peredaran ini justru dikendalikan dari dalam. Kalau tidak ada kerja sama yang kuat, jaringan ini akan terus berkembang dan sulit diputus,” tegasnya.

Langkah preventif telah dilakukan. Pada 6 April 2026, Lapas Kerobokan menggelar razia serentak bersama aparat penegak hukum. Sebanyak 47 petugas lapas dikerahkan, didukung TNI dari Koramil Kuta dan Polri dari Polsek Kuta Utara. Hasil tes urine terhadap seluruh pegawai dan warga binaan yang diuji menunjukkan hasil negatif narkoba.

Namun overkapasitas lapas di Bali menjadi tantangan tersendiri. Lapas Narkotika Bangli yang dikunjungi Habib Aboe saat ini dihuni 1.114 narapidana, seluruhnya kasus narkotika, dengan tingkat overkapasitas mencapai 138 persen. Secara keseluruhan, lapas di Bali mengalami overkapasitas 186 per Januari 2025, dengan 50 persen dari total 3.735 narapidana adalah kasus narkoba.

BNN Provinsi Bali mencatat Bali sebagai daerah destinasi wisata internasional menjadi pasar potensial penyalahgunaan narkotika . Sepanjang Januari hingga Oktober 2025, 50 kasus peredaran narkotika dibongkar dengan 55 tersangka, 17 di antaranya warga negara asing.

Kepala BNN Provinsi Bali, Brigjen Rudy Ahmad Sudrajat, juga mengungkapkan pergeseran modus. Pada 2024 saja, tiga laboratorium narkotika rahasia (clandestine lab) di vila-vila berhasil diungkap, melibatkan WNI dan WNA.

Menutup pernyataannya, Habib Aboe menegaskan Komisi III DPR akan terus mengawasi upaya pemberantasan narkoba. “Ini ancaman nyata. Kita tidak boleh kalah dari jaringan narkoba,” tandas politisi Fraksi PKS itu.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!