Penari Tari Bentang Gemilang dengan kostum ungu dan emas menari di atas panggung pada acara Pentas Budaya di Alun-alun Pancaniti KP3B, Banten/Foto: Humas Pemprov BantenIndoragamnewscom, BANTEN-Sebuah pentas budaya meriah mewarnai Alun-alun Pancaniti KP3B, Banten, pada 7-8 Februari 2026. Acara yang digelar sebagai bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 Provinsi Banten itu tidak hanya menghadirkan pameran UMKM, tetapi juga mempertontonkan kekayaan seni daerah.

Salah satu pertunjukan yang paling menyita perhatian adalah Tari Bentang Gemilang, sebuah tarian yang merepresentasikan semangat multikultural dan perjuangan perempuan Tangerang. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah dan sejumlah pejabat lainnya.
Pertunjukan tersebut menjadi bukti bahwa HPN tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk mengangkat budaya lokal dan ekonomi kreatif daerah ke panggung yang lebih luas.
Tari Bentang Gemilang bukan sekadar tarian biasa. Ia mengangkat kisah heroik pasukan Nyimas Melati, seorang pejuang perempuan dari Tangerang yang melambangkan keberanian dan ketangguhan. Keunikan tarian ini terletak pada perpaduan unsur budaya yang kompleks.

Koreografinya memadukan gerak tari dari budaya Jawa, Sunda, dan Betawi, lalu diperkaya dengan sentuhan budaya Tionghoa. Perpaduan ini, yang hadir melalui gerakan dinamis dan iringan musik, adalah cerminan akurat dari karakter masyarakat Tangerang yang multikultural sejak dahulu kala.
Daya tarik visual tarian ini terletak pada kostumnya yang mencolok. Penari mengenakan busana dengan warna dasar ungu yang dipadukan dengan batik Awi Naga dan aksen warna emas.
Menurut Rima Riskiani Putri, Pimpinan Sanggar Zundarima Production, pemilihan warna ini sarat makna. “Perpaduan warna ungu dan gold pada kostum Tari Bentang Gemilang merepresentasikan semangat Kabupaten Tangerang yang terus bergerak menuju kemajuan, sejalan dengan slogan Kabupaten Tangerang Semakin Gemilang,” ujarnya. Warna emas secara khusus melambangkan kejayaan dan kemuliaan, menyelaraskan visi tari dengan visi daerah.
Tari Bentang Gemilang merupakan karya yang relatif baru, diciptakan pada 2022. Namun, kiprahnya telah mendunia. Tarian ini pertama kali diperkenalkan di forum internasional PEMSEA Network of Local Governments (PNLG) Forum 2022, yang dihadiri perwakilan pemerintah daerah dari berbagai negara.
Kehadirannya dalam pentas budaya rangkaian HPN 2026 menunjukkan komitmen untuk terus melestarikan dan mempromosikan karya seni lokal yang telah teruji di panggung global. Ini adalah upaya menjadikan budaya sebagai diplomasi sekaligus penguat identitas.
Selain Tari Bentang Gemilang, pentas budaya dua hari itu juga dimeriahkan oleh beragam kesenian lain yang mencerminkan kekayaan Banten. Mulai dari kesenian beluk Saman, teatrikal Tasbih dan Golok, hingga pertunjukan debus dan barongsai.
Keberagaman pertunjukan ini memperkuat narasi acara sebagai perayaan inklusif yang menyatukan seni tradisional, modern, dan berbagai pengaruh budaya dalam satu lokasi. Acara ini berhasil menjadi jembatan antara pelestarian warisan budaya dan hiburan kontemporer untuk masyarakat.






